Eksistensi.id, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk segera membangun sistem pendataan terpadu atau Single Based Data yang akurat dan menyeluruh.
Ia menilai, keberadaan data yang valid menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting di Kaltim.
“Saya berpendapat, data yang selama ini digunakan masih sangat terbatas. Pendataan oleh BPS hanya berbasis sampel dan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujar Sapto.
Menurutnya, tanpa sistem informasi yang terkini dan terintegrasi, banyak program sosial tidak tepat sasaran karena tidak memiliki basis data yang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembaruan data secara rutin dan sistematis.
“Data harus selalu diperbarui dan dikelola dengan baik. Hanya dengan begitu kita bisa memastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Lebih lanjut, Sapto meyakini bahwa kehadiran sistem data terpadu tak hanya berdampak pada efektivitas distribusi bantuan sosial, tetapi juga mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Ia menilai langkah ini akan menjadi pondasi penting dalam membangun kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang lebih adil dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Dengan data yang valid, kita bisa menyusun kebijakan yang lebih tepat, terukur, dan langsung menyentuh kebutuhan rakyat,” pungkasnya.
Penulis: Nurfa | Editor: Redaksi