Eksistensi.id, Samarinda – Di tengah geliat pembangunan Kalimantan Timur, DPRD terus mengarahkan fokus pada pemenuhan kebutuhan paling dasar masyarakat.
Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menegaskan bahwa sejumlah persoalan krusial seperti jalan rusak, ketersediaan ambulans desa, hingga kelangkaan pupuk kini menjadi prioritas utama dalam pembahasan anggaran dan program daerah.
“Kita menerima banyak aspirasi dari warga, bukan soal proyek-proyek besar, melainkan kebutuhan paling mendasar. Ambulans untuk desa terpencil, jalan lingkungan yang rusak parah, hingga pupuk yang sulit diperoleh petani. Ini yang harus segera kita jawab,” kata Sapto.
Menurutnya, pembangunan yang menyentuh langsung keseharia masyarakat merupakan pondasi ketahanan sosial. Jalan yang layak, layanan kesehatan yang cepat, serta dukungan pertanian yang merata akan membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan inklusif.
Sapto juga menyoroti lambatnya distribusi pupuk bagi petani sebagai salah satu hambatan serius dalam menjaga ketahanan pangan.
Ia menilai distribusi yang tidak merata dan keterlambatan pengadaan berdampak langsung pada hasil panen dan kesejahteraan petani.
“Kita tidak bisa bicara swasembada kalau pupuk saja langka. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret, termasuk lewat pengalokasian anggaran yang tepat sasaran,” tegas legislator dari Fraksi Golkar itu.
DPRD Kaltim, lanjut Sapto, tengah mendorong agar skema pembangunan 2025 benar-benar berpihak kepada desa dan wilayah pinggiran. Program-program yang menyentuh layanan dasar seperti infrastruktur, kesehatan, dan pertanian akan diperkuat dalam perencanaan ke depan.
“Kalau jalan desa bagus, ambulans tersedia, dan petani bisa bercocok tanam dengan dukungan yang layak, maka ekonomi desa akan tumbuh. Itulah cara kita membangun dari bawah,” tuturnya.
Ia berharap, paradigma pembangunan daerah tidak lagi hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi menyebar secara adil ke seluruh pelosok Kalimantan Timur.(ADV)
Penulis : Nurfa | Editor: y noni