Eksistensi.id, Samarinda – Sektor pertanian di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, yang menegaskan bahwa pertanian bukan hanya urusan pangan, tapi juga nadi utama ekonomi pedesaan yang harus didukung secara nyata.
Menurut Sarkowi, masih banyak petani di Kaltim yang berjuang sendiri tanpa sokongan infrastruktur memadai, alat pertanian modern, hingga akses terhadap bibit unggul.
Padahal, kata dia, jika diberi perhatian yang serius, pertanian bisa menjadi penyangga ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Pertanian itu soal hidup-mati masyarakat desa. Kalau kita serius ingin membangun dari bawah, maka dukungan ke sektor ini harus jadi prioritas, bukan cuma janji,” ungkap Sarkowi.
Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani yang layak, serta akses terhadap peralatan pertanian modern.
Semua itu, lanjutnya, sudah sering masuk dalam daftar aspirasi warga dan telah dibawa ke pembahasan anggaran.
“Sudah kami perjuangkan di DPRD. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah menjawabnya, apakah ada ruang fiskal yang cukup untuk merealisasikan aspirasi ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Sarkowi juga menyoroti kebijakan penyaluran bantuan keuangan yang dinilai belum cukup adaptif.
Ia mendorong revisi terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) yang selama ini mengatur teknis penyaluran bantuan agar bisa lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
“Kita sering dengar keluhan bahwa bantuan tidak tepat sasaran atau terhambat birokrasi. Ini karena regulasinya terlalu kaku. Harus direvisi agar lebih membumi dan berpihak ke petani,” tegasnya.
Bagi Sarkowi, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia meyakini, jika infrastruktur, regulasi, dan bantuan bisa berjalan beriringan, kesejahteraan petani di Kaltim bukan lagi sekadar harapan.
“Kita ingin pembangunan yang menyentuh akar rumput. Yang langsung menyapa kehidupan petani, bukan hanya program-program indah yang tak menyentuh kenyataan,” tutupnya.(ADV)
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi eksistensi