Eksistensi.id, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai keberadaan Sekolah Rakyat sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Hal itu ia sampaikan usai meninjau hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Samarinda, yang baru saja ditetapkan sebagai sekolah terintegrasi ke-24 di kota Samarinda.
Menurut Sri Puji, sekolah tersebut dibuka dengan kapasitas awal 100 siswa, terdiri dari 50 siswa tingkat SMP dan 50 siswa tingkat SMA, serta didukung tenaga pendidik yang lolos seleksi ketat.
“Alhamdulillah tenaga pengajar dan kepala sekolah yang ditempatkan memang sudah melalui proses tes khusus. Jadi kompetensinya tidak diragukan lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat membuka peluang baru bagi anak-anak yang sebelumnya kehilangan kesempatan sekolah karena keterbatasan daya tampung maupun kurangnya informasi.
“Saya sempat bertemu dengan empat anak yang tahun lalu gagal masuk SMP negeri. Mereka akhirnya tidak sekolah selama setahun karena kondisi ekonomi keluarga. Dengan adanya sekolah ini, mereka bisa kembali melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Sri Puji menekankan pentingnya penyebaran informasi lebih masif agar masyarakat mengetahui adanya alternatif pendidikan tersebut. Sebab, masih ada sekolah negeri yang justru kekurangan murid, namun tidak diketahui warga.
“Kadang bukan karena tidak ada sekolah, tapi karena orang tua tidak tahu ada sekolah yang masih bisa menerima siswa. Maka sosialisasi sangat penting,” ujarnya.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, Sri Puji berharap tidak ada lagi anak di Samarinda yang terpaksa berhenti sekolah akibat hambatan ekonomi maupun minimnya informasi.(ADV)