Eksistensi.id, Samarinda – Kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan DPRD. Hingga Juli 2025, serapan anggaran dinilai masih jauh dari target.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, mengungkapkan realisasi belanja Dispora baru menyentuh 8,8 persen. Angka itu menempatkan Dispora sebagai salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) dengan capaian terendah di provinsi ini.
“Laporan terakhir menunjukkan daya serapnya bahkan belum 40 persen. Ini jelas mengkhawatirkan,” tegas Darlis.
Selain soal anggaran, DPRD juga menyoroti rencana pengembalian pengelolaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (Sekoi) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke Dispora. Namun, wacana tersebut terkendala aturan nomenklatur.
“Karena masih berstatus sekolah, maka secara aturan tetap berada di bawah Disdikbud. Dispora hanya mengusulkan perubahan nama agar lebih sesuai dengan tugas dan fungsinya,” jelas Darlis.
Masalah lain yang disorot adalah dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim.
DPRD menilai perpecahan tersebut menghambat pembinaan generasi muda.
“Dispora harus mengambil peran aktif menyelesaikan polemik KNPI. Jangan sampai muncul kesan pemerintah membiarkan adanya banyak versi kepengurusan,” tegasnya.
Di bidang olahraga, Komisi IV mendorong Dispora lebih fokus pada peningkatan prestasi atlet daerah.
Menurut Darlis, mendatangkan pelatih berkualitas dan memperbanyak kejuaraan jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar merekrut atlet dari luar.
“Pembinaan jangka panjang melalui kompetisi dan pelatih yang mumpuni akan lebih berdampak bagi prestasi Kaltim,” ujarnya.
Dengan catatan tersebut, DPRD berharap Dispora segera berbenah agar program kepemudaan dan olahraga di Kaltim bisa berjalan lebih optimal pada semester II tahun 2025.(ADV)