Eksistensi.id, Samarinda – Krisis air bersih yang melanda Kota Balikpapan dan Bontang kian mengkhawatirkan. Minimnya sumber air baku membuat kedua kota pesisir ini mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar warganya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timurm(Kaltim), Subandi, menegaskan pentingnya semangat solidaritas antardaerah untuk mendukung solusi strategis berupa pipanisasi dari Sungai Mahakam.
“Balikpapan dan Bontang memang sangat kekurangan air baku. Kita harus melihat persoalan ini secara menyeluruh sebagai masalah bersama. Pipanisasi dari Sungai Mahakam adalah pilihan rasional dan realistis,” ujar Subandi, Selasa (22/7/25).
Politisi PKS itu mengungkapkan, Sungai Mahakam memiliki kapasitas yang mencukupi untuk menopang kebutuhan air lintas wilayah tanpa mengganggu suplai bagi Samarinda, yang saat ini menjadi kota pemasok utama air dari sungai tersebut.
“Stok air baku untuk Samarinda aman, karena intake sudah ditambah di beberapa titik. Yang justru perlu kita benahi di Samarinda adalah jaringan distribusi sekunder yang belum merata. Tapi untuk pasokan, tidak ada masalah,” jelasnya.
Menurut Subandi, dari sisi efisiensi jangka panjang, pipanisasi jauh lebih ekonomis dibandingkan alternatif seperti pengolahan air laut (desalinasi) yang memerlukan biaya tinggi.
“Pipanisasi itu memang butuh investasi awal yang besar, tapi sangat masuk akal secara teknis dan ekonomis. Biaya desalinasi bisa berkali-kali lipat lebih mahal,” paparnya.
Ia pun mengajak masyarakat di Samarinda dan wilayah lain di Kaltim untuk mendukung program ini, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen bersama terhadap kebutuhan dasar warga di daerah lain.
“Ini bukan hanya soal Balikpapan dan Bontang, tapi tentang bagaimana kita membangun Kaltim yang saling menopang. Akses terhadap air bersih adalah hak dasar, dan kita semua punya tanggung jawab untuk mewujudkannya,” tegas Subandi.(ADV)









Users Today : 364
Users Yesterday : 660
Views Today : 801
Total views : 474291
Who's Online : 2
