Eksistensi.id, Samarinda – Pembukaan kembali rute penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda menuju Jakarta menjadi langkah awal transformasi layanan transportasi udara di Kalimantan Timur (Kaltim).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai kehadiran maskapai nasional ini bukan sekadar membuka kembali jalur penerbangan, tetapi memulai era baru konektivitas udara yang lebih profesional, efisien, dan menjangkau kepentingan publik secara luas.
Menurutnya, transportasi udara yang andal dan terjangkau sangat penting di tengah percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Penerbangan reguler Garuda diharapkan mempercepat mobilitas aparatur negara, pelaku usaha, dan masyarakat umum, sekaligus memperkuat akses ke wilayah strategis, termasuk destinasi wisata dan kawasan hinterland.
“Transportasi udara yang inklusif akan mempercepat layanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi pemerintahan antarwilayah. Ini bukan sekadar mobilitas, tetapi juga bagian dari keadilan pembangunan,” tegas Reza.
Garuda Indonesia mengoperasikan armada Boeing 737-800 Next Generation untuk rute ini, dilengkapi program corporate account yang mendukung mobilitas instansi pemerintahan dan swasta.
Selain jalur Samarinda–Jakarta, Pemerintah Kota Samarinda juga menambah konektivitas melalui rute baru Samarinda–Surabaya yang dioperasikan Batik Air sejak 1 Agustus.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut pembukaan rute ini hasil koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan menjadi bagian dari upaya menjadikan Samarinda sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pintu masuk menuju IKN.
Pengembangan transportasi udara di Kaltim diarahkan untuk menjangkau seluruh wilayah, termasuk pesisir dan pedalaman yang selama ini minim layanan penerbangan komersial.
Dengan langkah ini, Kaltim dinilai siap memasuki era transportasi udara yang modern, kompetitif, dan berorientasi pada pemerataan pembangunan.(ADV)