Eksistensi.id, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan kembali hubungan erat antara pemerintah dan media dalam menjaga keterbukaan informasi di era digital.
Seno menyampaikan bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan tidak terlepas dari ruang kritik yang sehat.
“Media adalah rekan strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi. Kritik yang membangun sangat kami butuhkan,” ujar Seno.
Ia menyampaikan bahwa masa pemerintahan saat ini masih berada pada fase awal, sehingga komunikasi yang jernih antara pemerintah dan publik menjadi hal yang sangat krusial.
Saat mengulas program Grarispol dan Jospol, Seno memberikan gambaran bahwa inovasi tanpa preseden tersebut kerap menghadirkan persepsi publik yang beragam. Menurutnya, hal ini wajar, namun perlu pendampingan informasi agar implementasinya tidak disalahpahami.
“Dua program ini betul-betul baru dan belum memiliki contoh di tingkat nasional. Karena itu, kami harus berhati-hati dalam penerapannya,” terang Seno, Sabtu (29/11/2025).
Ia berharap media dapat membantu menghadirkan konteks dan penjelasan yang tepat agar kebijakan tersebut dipahami secara objektif.
Seno menyinggung kondisi arus informasi di media sosial yang semakin sulit dikendalikan. Ia mengaku sering melihat kabar bohong atau tuduhan liar yang tidak memiliki dasar kuat, namun tetap mencuri perhatian publik.
“Tidak sedikit informasi yang beredar hanya dibuat untuk kehebohan semata. Bahkan ada yang sampai mengarah pada fitnah,” kata Seno.
Ia menjelaskan bahwa kecenderungan mengejar interaksi digital seperti “like”, komentar, dan jumlah tayangan sering kali mendorong penyebaran informasi yang tidak akurat.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat merusak kepercayaan publik dan mengganggu kinerja pemerintah dalam menjalankan program prioritas.
Seno menyerukan agar para pelaku media tetap memegang teguh prinsip verifikasi sebagai bagian dari profesionalitas jurnalistik.
“Jika ada informasi yang masih meragukan, lakukan konfirmasi. Ketelitian adalah fondasi kerja jurnalistik,” tegasnya.
Ia menyatakan bahwa pemerintah membuka diri terhadap saran dan masukan, namun meminta agar penyampaian kritik tetap bertanggung jawab.
“Kami tidak sempurna dan pasti membutuhkan koreksi. Yang penting, hindari penyebaran tuduhan tanpa bukti,” ucapnya.
Seno kemudian mengajak seluruh pihak agar menciptakan ruang informasi yang sehat demi kepentingan bersama.
“Pemerintah dan media harus berjalan berdampingan. Dengan niat baik dan komunikasi yang jujur, Kaltim akan mendapatkan manfaat yang besar,” tutupnya.
(Adv/DprdKaltim)









Users Today : 471
Users Yesterday : 982
Views Today : 1266
Total views : 444922
Who's Online : 3
