Eksistensi.id.Samarinda – Dugaan penyelewengan dalam distribusi pupuk subsidi kembali menjadi sorotan publik. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh, terutama dalam sistem pengawasan agar kasus serupa tidak terus terulang.
Yenni menyayangkan tindakan sejumlah oknum yang memanfaatkan program subsidi untuk keuntungan pribadi.
Padahal, kata dia, pupuk subsidi diberikan pemerintah sebagai bentuk perhatian nyata terhadap nasib petani.
“Bantuan ini disalurkan dengan tujuan mulia, untuk meringankan beban petani. Sangat disayangkan jika kemudian disalahgunakan demi kepentingan individu,” ujarnya.
Menurut Yenni, praktik korupsi bukan semata persoalan sistem, tetapi lebih dalam lagi, berkaitan dengan moralitas pelaku.
Ia menegaskan bahwa integritas personal memegang peranan penting dalam keberhasilan program-program sosial.
“Korupsi pada akhirnya kembali ke pribadi masing-masing. Sistem bisa dibuat sebaik mungkin, tapi jika pelaksananya tak beretika, penyimpangan akan tetap terjadi,” tegasnya.
Yenni berharap penanganan hukum atas kasus ini berjalan tuntas dan menjadi efek jera bagi siapa pun yang mencoba bermain di balik distribusi bantuan publik.
Ia menyerukan agar kepercayaan masyarakat terhadap program subsidi tidak rusak hanya karena ulah segelintir oknum.
“Kita tidak ingin petani terus menjadi korban. Ini momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh, agar ke depan tidak ada lagi ruang untuk praktik serupa,” lanjutnya.
Sebagai langkah korektif, ia mendorong pemerintah memperbaiki regulasi serta memperkuat sistem pengawasan, termasuk menempatkan personel yang memiliki komitmen tinggi terhadap kepentingan publik.
“Mungkin perlu aturan baru, atau penguatan di posisi strategis agar pengawasan benar-benar berjalan. Jangan sampai celah-celah seperti ini dibiarkan terbuka,” tutupnya.(ADV)
Penulis : Nurfa | Editor: y noni










Users Today : 426
Users Yesterday : 537
Views Today : 859
Total views : 449261
Who's Online : 4
