Eksistensi.id, Samarinda– Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menyediakan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa baru memasuki fase krusial.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim mengonfirmasi bahwa rangkaian logistik seragam mulai bergerak dari Pulau Jawa menuju Kalimantan Timur, menandai langkah awal sebelum penyaluran resmi ke sekolah-sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengungkapkan bahwa proses pengiriman telah berada di jalur yang direncanakan.
Setelah tiba di pelabuhan, seluruh paket akan dikonsolidasikan di dua daerah utama Balikpapan dan Samarinda sebelum diteruskan ke sekolah penerima.
“Dalam rapat pimpinan hari ini kami melaporkan bahwa barang-barang sudah masuk tahap pengiriman menuju pelabuhan di Kaltim. Dari sana, terlebih dahulu akan diarahkan ke Balikpapan dan Samarinda. Minggu depan baru seragam ini mulai bergerak ke sekolah,” jelas Armin, Sabtu (29/11/2025).
Armin menegaskan bahwa aktivitas yang berlangsung saat ini masih berada pada tingkatan logistik dari penyedia. Proses bongkar muat, pengecekan, hingga pemilahan perlu dirampungkan sebelum penyerahan kepada para peserta didik dapat dilakukan.
Program seragam gratis ini mencakup lima jenis perlengkapan: seragam sekolah, sepatu, tas, topi,dan ikat pinggang.
Total 65.004 siswa baru dari 447 SMA, SMK, dan SLB di seluruh Kaltim tercatat sebagai penerima manfaat. Pemerintah Provinsi mengalokasikan dana sekitar Rp65 miliar untuk memastikan seluruh paket dapat diproduksi dan dikirim dengan standar mutu yang ditetapkan.
Seluruh seragam dibuat di Pulau Jawa untuk menjaga kualitas dan memastikan rantai produksi berjalan lancar. Setiap siswa akan menerima perlengkapan dengan nilai setara Rp1 juta per paket.
Meski demikian, Armin mengingatkan bahwa beberapa jenis seragam lain seperti seragam batik dan seragam Pramuka tidak termasuk dalam bantuan kali ini. Kebutuhan tersebut tetap berada di bawah tanggung jawab orang tua.
“Seluruh proses penyaluran mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan. Kami pastikan distribusi dapat terselesaikan pada tahun berjalan dan tetap berlanjut pada tahun berikutnya,” tegas Armin.
Dengan dimulainya fase pengiriman ini, pemerintah berharap penyaluran di sekolah-sekolah berlangsung tertib, tepat waktu, dan mampu membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga. Program ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam membuka pemerataan akses pendidikan di Kalimantan Timur.
(Adv/DprdKaltim)








Users Today : 469
Users Yesterday : 982
Views Today : 1259
Total views : 444915
Who's Online : 4
