Eksistensi.id, Samarinda – Car Free Night (CFN) perdana di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, yang digelar Sabtu 18 April 2026 disambut antusias warga. Namun di balik kemeriahan itu, ada persoalan yang langsung mencolok: juru parkir liar merajalela dan mematok tarif sesuka hati.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengalami sendiri kejadian itu. Saat hadir di CFN perdana, ia diminta membayar parkir Rp10.000 oleh jukir liar yang beroperasi di pinggir jalan sekitar lokasi.
“Tidak masuk akal kan? Di jalan-jalan sekitar situ ada jukir liar yang menempatkan mobil dalam posisi tidak tepat di pinggir jalan kiri kanan, dan itu cukup mengganggu,” kata Rohim.
Menurut Rohim, pangkal masalahnya ada pada kapasitas kantong parkir di kawasan GOR Segiri dan sekitar Go Mall yang belum memadai. Warga yang tidak mendapat tempat parkir resmi pun terpaksa memarkir kendaraan di pinggir jalan, yang langsung dimanfaatkan oleh jukir liar.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda tidak hanya mengelola area inti CFN, tetapi juga mengakomodasi kawasan pinggirnya sebagai akses parkir resmi. Dengan begitu, tidak ada lagi celah yang bisa dimanfaatkan parkir liar.
Di sisi lain, Rohim tetap memberikan apresiasi terhadap konsep CFN. Ia menilai kegiatan ini punya banyak nilai positif, mulai dari penghematan BBM, pergerakan ekonomi masyarakat, hingga memecah kemacetan di Sabtu malam.
Rohim berharap ke depan Dishub menggandeng Dinas Pariwisata untuk menghadirkan hiburan yang menarik lebih banyak pengunjung.
Ia juga menyarankan pemerintah berkolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar pelaku UMKM bisa menempati lapak secara gratis, tanpa terbebani biaya sewa.
“CFN ini juga menjadi spot pilihan tambahan tempat kunjungan masyarakat selain mal, dan juga mampu memecah kemacetan. Apalagi kalau dilakukan di beberapa titik lainnya di Samarinda,” tutup Rohim.(adv/NFD)






Users Today : 349
Users Yesterday : 616
Views Today : 463
Total views : 508423
Who's Online : 3
