Eksistensi.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mengingatkan bahwa tingginya angka pertumbuhan ekonomi daerah belum menjamin kekuatan struktural yang sesungguhnya.
Penilaian ini mencuat dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah.
Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menyebut ekonomi Samarinda saat ini masih terlalu bergantung pada sektor konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Kondisi tersebut dinilai berisiko jika sektor-sektor itu mengalami tekanan.
“Angka pertumbuhan memang menggembirakan, tapi kita perlu melihat apakah struktur ekonominya sudah kuat dan berimbang,” ujar Abdul Rohim.
Selain itu, DPRD juga menyoroti kemandirian fiskal Samarinda yang dinilai masih lemah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebut masih sangat bergantung pada pajak, sehingga rentan saat ekonomi melambat.
“Ketika ekonomi melemah, kemampuan masyarakat membayar pajak juga turun. Ini langsung berdampak pada pendapatan daerah,” tegasnya.
DPRD mendorong Pemkot Samarinda untuk memperkuat sektor alternatif seperti UMKM, pariwisata, pertanian, dan perdagangan skala kecil guna menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(Adv/NFD)







Users Today : 353
Users Yesterday : 616
Views Today : 471
Total views : 508431
Who's Online : 2
