Eksistensi.id, Samarinda — Wacana revitalisasi total Pasar Segiri dengan estimasi anggaran mencapai Rp200 miliar dinilai perlu dihitung secara cermat agar tidak membebani kondisi keuangan daerah.
DPRD Kota Samarinda mengingatkan pemerintah kota agar penyusunan proyek tersebut tetap mempertimbangkan prioritas pembangunan lain yang lebih mendesak.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, mengatakan penataan pasar memang penting dilakukan untuk mendukung wajah kota dan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pelaksanaannya tidak bisa dilepaskan dari kemampuan fiskal daerah yang saat ini masih berada dalam situasi efisiensi anggaran.
Menurutnya, pemerintah perlu benar-benar selektif sebelum menjalankan proyek berskala besar agar program prioritas lain tetap berjalan optimal.
“Pembangunan pasar memang penting, tetapi pemerintah tetap harus menyesuaikan dengan kondisi kemampuan anggaran daerah sebelum proyek dijalankan,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Arif menilai masih ada sejumlah program yang membutuhkan perhatian serius, terutama penanganan banjir yang selama ini masuk agenda prioritas pembangunan Kota Samarinda.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak terburu-buru merealisasikan revitalisasi apabila kondisi keuangan belum sepenuhnya mendukung.
Selain mengandalkan APBD, politisi PKS tersebut juga mendorong pemerintah membuka kemungkinan penggunaan pola pembiayaan alternatif melalui kerja sama investasi dengan pihak ketiga.
Ia mencontohkan skema Build Operate Transfer (BOT) yang memungkinkan investor membangun dan mengelola proyek dalam jangka waktu tertentu sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.
“Kalau kemampuan APBD terbatas, bisa dicari alternatif pembiayaan lain supaya tidak terlalu membebani keuangan daerah,” katanya.
Di sisi lain, Arif menilai pemerintah sebaiknya lebih dahulu memaksimalkan fungsi Pasar Pagi Samarinda yang hingga kini dinilai belum berjalan optimal setelah revitalisasi dilakukan.
Menurutnya, masih terdapat kios kosong dan beberapa persoalan teknis yang perlu dibenahi agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih maksimal.
Ia juga menyebut DPRD Samarinda sampai saat ini belum menerima pemaparan resmi terkait konsep detail revitalisasi Pasar Segiri maupun tahapan pelaksanaannya dari pemerintah kota.
“Meski begitu, kami memahami rencana revitalisasi tersebut diarahkan untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih tertata, modern, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” tandasnya.(adv/NFD)





Users Today : 213
Users Yesterday : 537
Views Today : 362
Total views : 531061
Who's Online : 2
