Eksistensi.id, Samarinda – Berhentinya operasional RS Bhakti Nugraha sejak awal Juni 2026 dinilai belum akan memberikan dampak besar terhadap layanan kesehatan di Kota Samarinda.
DPRD Samarinda menilai kapasitas fasilitas kesehatan yang masih tersedia serta kebutuhan tenaga medis yang tetap tinggi menjadi faktor yang dapat meredam dampak penutupan rumah sakit tersebut.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan tenaga kesehatan yang terdampak masih memiliki peluang untuk kembali bekerja karena sejumlah rumah sakit di Samarinda saat ini tengah berkembang dan membutuhkan tambahan sumber daya manusia.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di daerah masih terus bergerak seiring bertambahnya fasilitas layanan dan peningkatan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Ia menyebut beberapa rumah sakit yang mulai memperluas pelayanan maupun beroperasi di Samarinda berpotensi menjadi tempat baru bagi tenaga medis maupun tenaga pendukung yang sebelumnya bekerja di RS Bhakti Nugraha.
“Masih ada peluang karena beberapa rumah sakit di Samarinda juga membutuhkan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional pelayanan mereka,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Sri Puji menilai sektor kesehatan memiliki karakter yang berbeda dibanding bidang pekerjaan lain karena perpindahan tenaga kerja antarfasilitas kesehatan relatif lebih memungkinkan apabila kompetensi dan persyaratan administrasi terpenuhi.
Karena itu, penutupan operasional satu rumah sakit belum tentu menimbulkan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.
Selain faktor kebutuhan tenaga medis yang masih tinggi, ia menilai skala operasional RS Bhakti Nugraha turut memengaruhi besaran dampak yang ditimbulkan terhadap ketenagakerjaan.
Menurutnya, jumlah pegawai dan cakupan layanan rumah sakit tersebut tidak terlalu besar sehingga peluang penyesuaian masih cukup terbuka.
Meski demikian, DPRD meminta manajemen rumah sakit tetap menyelesaikan seluruh kewajiban terhadap tenaga kesehatan maupun pegawai yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyelesaian hak pekerja dinilai penting agar proses penghentian operasional tidak menimbulkan persoalan lanjutan.
Di sisi lain, Sri Puji memastikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Samarinda tetap tersedia karena masih didukung jaringan rumah sakit pemerintah dan swasta yang beroperasi di kota tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, saat ini terdapat 16 rumah sakit yang masih aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan tenaga kesehatan yang akan melanjutkan karier di fasilitas lain agar tetap memperhatikan standar profesi, legalitas, dan ketentuan pelayanan kesehatan yang berlaku.
“Pilihan layanan kesehatan di Samarinda masih tersedia dan tenaga kesehatan juga masih memiliki kesempatan untuk tetap bekerja sesuai bidangnya,” katanya.
Sebagai informasi, RS Bhakti Nugraha yang berlokasi di Jalan KH Abdurrasyid resmi menghentikan operasional sejak 1 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil pihak manajemen setelah mempertimbangkan kondisi usaha dan keberlanjutan layanan rumah sakit.(adv/Fara)









Users Today : 1657
Users Yesterday : 425
Views Today : 1892
Total views : 551097
Who's Online : 1
