Eksistensi.id, Samarinda – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai mulai berpotensi memengaruhi kondisi harga kebutuhan pokok di Samarinda.
Meski begitu, DPRD menilai pengaruh tersebut tidak muncul secara langsung pada harga barang, melainkan melalui kenaikan biaya distribusi yang menopang rantai pasok pangan.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mengatakan perubahan kurs memiliki efek lanjutan terhadap sektor energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi komponen utama aktivitas pengangkutan barang.
Menurutnya, struktur biaya distribusi di Indonesia masih cukup sensitif terhadap pergerakan dolar karena sebagian kebutuhan energi masih berkaitan dengan transaksi internasional.
“Kalau dilihat secara logika, dampaknya memang ke BBM. Karena minyak dibeli menggunakan dolar,” ujarnya, Senin (15/6/26).
Joha menjelaskan, ketika biaya energi meningkat, tekanan tersebut akan bergerak ke sektor transportasi dan akhirnya memengaruhi ongkos pengiriman barang hingga ke daerah tujuan.
Kondisi tersebut dinilai cukup terasa di Samarinda karena pasokan kebutuhan pokok masih banyak bergantung pada distribusi dari luar Kalimantan.
Distribusi yang menempuh perjalanan panjang melalui jalur laut dan darat membuat perubahan biaya operasional menjadi lebih mudah berdampak pada harga di tingkat pasar.
“Barang yang masuk ke Samarinda rata-rata melalui perjalanan panjang dan semuanya bergantung pada transportasi berbahan bakar,” katanya.
Ia menambahkan, stabilitas harga pangan akan lebih mudah dijaga apabila daerah mampu memperkuat pasokan dari sumber produksi lokal sehingga ketergantungan terhadap distribusi jarak jauh dapat dikurangi.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan kelancaran sistem logistik agar kenaikan biaya operasional tidak sepenuhnya diteruskan menjadi beban masyarakat.
“Kalau bahan pokok tidak perlu melalui proses transportasi yang panjang, kemungkinan harganya tidak akan naik terlalu tinggi,” tutup Joha.(adv/Fara)








Users Today : 274
Users Yesterday : 306
Views Today : 486
Total views : 557479
Who's Online : 4
