Eksistensi.id, Samarinda – DPRD Samarinda meminta pemerintah kota memperkuat arah pembangunan sektor pariwisata, khususnya wisata berbasis alam, sebagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sejumlah potensi yang sudah tumbuh di tengah masyarakat dinilai masih belum mendapatkan dukungan pengembangan secara optimal.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, menilai Samarinda memiliki banyak kawasan yang dapat dikembangkan menjadi tujuan wisata baru apabila dikelola secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah perlu lebih responsif membaca perubahan pola wisata masyarakat yang kini bergerak cepat mengikuti tren.
“Banyak potensi wisata di Samarinda yang sebenarnya bisa dikembangkan untuk menambah PAD dan menghidupkan ekonomi warga,” ujar Joha, Senin (15/6/2026).
Ia mencontohkan meningkatnya minat masyarakat, terutama kalangan muda, terhadap wisata perbukitan yang belakangan berkembang menjadi pilihan aktivitas akhir pekan.
Beberapa titik seperti kawasan Gunung Steling dan Bukit RCTI di Samarinda Seberang disebut berkembang melalui inisiatif masyarakat. Namun hingga kini, dukungan fasilitas dan penataan kawasan dinilai masih terbatas.
Menurut Joha, pemerintah seharusnya hadir lebih awal ketika suatu destinasi mulai menarik perhatian publik agar perkembangan kawasan tidak berjalan tanpa arah.
“Ketika ada lokasi wisata yang mulai viral, pemerintah seharusnya cepat masuk untuk membantu pengembangan infrastrukturnya,” katanya.
Tidak hanya kawasan perbukitan, DPRD juga melihat peluang pengembangan wisata berbasis perairan yang masih terbuka luas di Kota Samarinda.
Joha menilai pengembangan destinasi tidak harus terpusat di Sungai Mahakam. Kawasan Sungai Karang Mumus juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang wisata baru dengan konsep yang lebih tertata dan terintegrasi.
Di sisi lain, ia memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Samarinda yang mulai menghadirkan agenda mingguan di kawasan Stadion Segiri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh pendekatan yang mampu meningkatkan mobilitas pengunjung serta mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Itu salah satu cara pemerintah menggerakkan kunjungan masyarakat dan aktivitas ekonomi kota,” tutupnya.(adv/Fara)








Users Today : 274
Users Yesterday : 306
Views Today : 483
Total views : 557476
Who's Online : 4
