Eksistensi,id, Samarinda — Perkembangan positif yang mulai terlihat dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 Samarinda dinilai tidak hadir secara instan.
DPRD Samarinda menilai keberhasilan tersebut ditopang oleh kualitas tenaga pendidik serta pola pembinaan yang dirancang lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan proses pendidikan dalam program tersebut tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat kemampuan sosial siswa.
Menurutnya, salah satu faktor yang memberi pengaruh besar terhadap perkembangan tersebut adalah kualitas sumber daya pengajar yang terlibat selama proses pembelajaran.
Novan menjelaskan, rekrutmen tenaga pendidik dilakukan pemerintah pusat melalui mekanisme seleksi yang menitikberatkan pada kemampuan dan kompetensi, bukan sekadar pengalaman kerja atau lamanya mengajar.
“Mereka dipilih berdasarkan kualitas dan kompetensi yang dimiliki. Hasilnya bisa kita lihat dari perkembangan siswa saat ini,” ujar Novan, Sabtu (20/6/2026).
Ia menilai komposisi guru yang didominasi tenaga pendidik muda justru memberi warna baru dalam proses belajar. Pendekatan yang lebih adaptif dan interaktif dinilai mampu membangun hubungan yang lebih dekat antara guru dan peserta didik.
Selain itu, keterlibatan pengajar dari berbagai daerah di Indonesia juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih beragam dan terbuka. Siswa tidak hanya menerima materi pembelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan latar belakang budaya dan metode pengajaran yang berbeda.
Menurut Novan, situasi tersebut ikut membentuk kemampuan adaptasi siswa sekaligus memperluas cara pandang mereka terhadap proses pendidikan.
DPRD juga menilai keberhasilan program ini menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi anak untuk berkembang apabila memperoleh akses pendidikan yang tepat dan pendampingan yang konsisten.
Sebagian besar peserta didik yang mengikuti program berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Namun dalam satu tahun pelaksanaan, berbagai perubahan mulai terlihat, mulai dari kedisiplinan, keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, hingga peningkatan hasil belajar.
“Sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, hasil yang mereka tunjukkan hari ini sangat luar biasa,” katanya.
Novan menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka akademik, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu membentuk karakter dan membuka kesempatan yang lebih setara bagi seluruh peserta didik.
Karena itu, DPRD mendorong agar Program Sekolah Rakyat terus diperkuat dan diperluas agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Program ini sangat baik karena membuka kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing,” tutupnya.
DPRD berharap pengalaman SRT 24 Samarinda dapat menjadi salah satu model pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pembangunan kualitas sumber daya manusia di masa depan. (adv/Fara)









Users Today : 30
Users Yesterday : 324
Views Today : 43
Total views : 557609
Who's Online : 2
