Eksistensi.id, Samarinda — Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti lambatnya pelaksanaan sejumlah program strategis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) pada tahun anggaran 2026.
Meski realisasi anggaran secara umum telah berjalan, DPRD menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pelaksanaan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menurut Iswandi, dari total pagu anggaran sekitar Rp25,69 miliar, tingkat realisasi memang telah mencapai lebih dari 42 persen. Namun angka tersebut dinilai belum menunjukkan percepatan pada sektor-sektor prioritas, terutama program yang berkaitan langsung dengan penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah program yang realisasinya sangat rendah bahkan belum berjalan sama sekali hingga memasuki pertengahan tahun.
“Program ketahanan dan diversifikasi pangan baru sekitar 6 persen, penanganan kerawanan pangan masih 0 persen, termasuk cadangan pangan juga belum berjalan,” ujar Iswandi, Rabu (24/6/26).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena sektor pangan bukan sekadar persoalan administrasi anggaran, tetapi berkaitan langsung dengan stabilitas kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas pertanian daerah.
Iswandi menilai program ketahanan pangan seharusnya menjadi salah satu sektor yang bergerak lebih cepat karena memiliki dampak langsung terhadap petani, kelompok tani, pelaku usaha pangan, hingga ketahanan ekonomi masyarakat secara umum.
Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya berorientasi pada capaian penyerapan anggaran, tetapi memastikan pelaksanaan program benar-benar berjalan dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan di lapangan.
“Jangan sampai anggaran terserap, tetapi output dan dampaknya tidak dirasakan masyarakat. Yang kita dorong bukan sekadar realisasi administrasi, tetapi realisasi program,” tegasnya.
DPRD juga meminta Dinas Ketapang Tani melakukan evaluasi terhadap hambatan yang menyebabkan sejumlah kegiatan belum berjalan optimal hingga triwulan kedua.
Menurut Iswandi, masih tersedia waktu pada semester kedua untuk mempercepat implementasi program agar target pembangunan sektor pangan tetap dapat dicapai.
Ia berharap percepatan tersebut tidak hanya mengejar angka pelaksanaan, tetapi juga memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Semester kedua harus dimaksimalkan. Program yang menyentuh masyarakat jangan tertinggal karena ini berkaitan langsung dengan kebutuhan warga dan keberlanjutan sektor pertanian di Samarinda,” tutupnya.(adv/Fara)






Users Today : 39
Users Yesterday : 324
Views Today : 73
Total views : 557639
Who's Online : 1
