Eksistensi.id, Samarinda – Rencana penerapan sistem parkir berlangganan di Kota Samarinda dinilai perlu didahului dengan kesiapan teknis yang matang.
DPRD Samarinda meminta pemerintah memastikan seluruh perangkat pendukung telah berfungsi sebelum kebijakan tersebut diberlakukan secara penuh.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan perubahan sistem parkir tidak cukup hanya dengan menetapkan mekanisme baru. Infrastruktur di lapangan, petugas parkir, regulasi hingga sistem pendukung harus dipastikan siap agar pelaksanaannya tidak menimbulkan kendala.
“Parkir berlangganan ini ide yang bagus untuk meningkatkan PAD dan menertibkan parkir. Tapi jangan sampai hanya ganti sistem saja tanpa kesiapan infrastruktur. Semua harus siap dulu, jangan terburu-buru,” ujar Deni, Kamis (27/8/26).
Menurutnya, kesiapan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh sebelum pemerintah mengambil langkah penerapan. Setiap unsur yang terlibat harus memahami tugas dan mekanisme kerja dalam sistem baru.
Deni menilai pemerintah juga perlu melakukan pengecekan terhadap kondisi lapangan. Hal itu penting untuk mengetahui apakah sarana yang tersedia sudah mampu menunjang perubahan pola pengelolaan parkir.
Apabila masih terdapat komponen yang belum siap, DPRD mendorong pemerintah melakukan pembenahan terlebih dahulu. Uji coba secara bertahap juga dapat menjadi pilihan untuk mengidentifikasi kendala sebelum diterapkan secara luas.
Ia menegaskan kebijakan yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat membutuhkan perencanaan yang matang. Jangan sampai sistem yang dirancang untuk menciptakan ketertiban justru memunculkan persoalan akibat persiapan yang belum tuntas.
“Harapannya penerapan parkir berlangganan nantinya benar-benar didukung perangkat yang memadai sehingga perubahan sistem dapat berjalan tertib dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” terangnya.(adv)







Users Today : 184
Users Yesterday : 384
Views Today : 303
Total views : 608128
Who's Online : 6
