Eksistensi.Id, SANGATTA – Siswa berkebutuhan khusus di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya didorong mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan dan menunjukkan keterampilan yang dimiliki.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengatakan sejumlah sekolah jenjang SD dan SMP telah menyediakan fasilitas pendukung pendidikan inklusi. Salah satunya SMP Negeri 1 Sangatta.
Meski demikian, ketersediaan fasilitas tersebut belum merata di seluruh sekolah. Pemenuhannya disesuaikan dengan kebutuhan serta keberadaan siswa penyandang di
masing-masing satuan pendidikan.
“Sebagian sudah, sebagian belum. Sebab kita ketahui juga memang inklusi ini kan tidak semua sekolah ada anak-anak difabelnya,” kata Mulyono.
Ia menjelaskan, fasilitas dasar yang dibutuhkan siswa berkebutuhan khusus antara lain toilet ramah disabilitas, kursi roda, tongkat dan sejumlah sarana pendukung lainnya.
Pengadaan fasilitas tersebut dapat dilakukan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Sementara bagi sekolah yang membutuhkan sarana dalam jumlah besar, Disdikbud Kutim dapat memberikan dukungan.
“Kalau kita memang ada sekolah yang sangat besar, nanti juga tidak menutup kemungkinan dari Dinas Pendidikan akan memenuhinya,” ujarnya.
Menurut Mulyono, dukungan terhadap siswa berkebutuhan khusus tidak berhenti pada penyediaan fasilitas belajar. Mereka juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam
berbagai kegiatan sekolah sesuai kemampuan yang dimiliki.
Salah satunya melalui kegiatan wisuda maupun kelulusan, ketika siswa berkebutuhan khusus dapat tampil dan menunjukkan keterampilannya di hadapan lingkungan sekolah.
“Pada saat acara wisuda atau kelulusan itu kan bisa ditampilkan juga, termasuk menampilkan anak-anak yang berkebutuhan khusus tadi. Mereka juga punya keterampilan,” pungkasnya.(Adv/Kutim/Nurfa)









Users Today : 113
Users Yesterday : 161
Views Today : 199
Total views : 624632
Who's Online : 4
