Eksistensi.Id, Samarinda – Kehadiran Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD I.A. Moeis Samarinda turut memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani bayi dengan risiko tinggi. Salah satunya bayi prematur dengan usia kehamilan di bawah 27 minggu dan berat lahir sekitar 700 gram yang kini sudah dapat mendapatkan perawatan di Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengapresiasi perkembangan tersebut. Peningkatan fasilitas dan layanan di RSUD I.A. Moeis dinilai membuka peluang bagi penanganan kasus yang sebelumnya masih terbatas dan membutuhkan fasilitas rumah sakit dengan kemampuan lebih lengkap.
“Sekarang, berdasarkan informasi dari dokter anak, bayi dengan usia di bawah 27 minggu dan berat sekitar 700 gram sudah bisa dipertahankan hidup dan dilayani di Samarinda,” ujar Sri Puji Astuti.
Kemampuan tersebut menunjukkan perubahan dalam pelayanan dibandingkan sebelumnya. Bayi dengan berat lahir sangat rendah pada masa lalu umumnya hanya dapat dipantau sambil menunggu proses rujukan ke rumah sakit lain.
Sri Puji menyebut penguatan pelayanan tidak cukup hanya melalui pembangunan gedung. Kesiapan tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting agar fasilitas yang tersedia mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk menangani berbagai kondisi medis pada ibu dan anak.
“Selain fasilitas dan layanan, ke depan tentu perlu ada inovasi karena perkembangan ilmu kedokteran semakin berkembang,” katanya.
Ia berharap peningkatan kapasitas tersebut terus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran.
“Dengan dukungan fasilitas serta tenaga medis yang memadai, RSUD I.A. Moeis diharapkan mampu mengembangkan penanganan kasus-kasus kesehatan ibu dan anak yang membutuhkan perawatan khusus,” tandasnya.(adv)








Users Today : 345
Users Yesterday : 373
Views Today : 495
Total views : 611576
Who's Online : 4
