Eksistensi.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda diminta tidak hanya menghitung kekurangan guru saat ini, tetapi juga menyiapkan kebutuhan tenaga pengajar untuk menggantikan guru yang memasuki masa pensiun.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Ismail Latisi mengatakan, persoalan tenaga pendidik perlu diproyeksikan secara berkelanjutan agar sekolah tidak kembali mengalami kekosongan guru ketika terjadi pergantian tenaga pengajar.
“Data terakhir yang disampaikan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, kita kekurangan sekitar 500 guru,” kata Ismail, Sabtu (22/8/26).
Menurutnya, angka kebutuhan tersebut masih dapat berubah karena guru yang memasuki masa pensiun akan terus bertambah setiap tahun. Kondisi itu perlu diantisipasi melalui perencanaan kebutuhan tenaga pendidik sejak awal.
“Jangan sampai ketika ada guru yang pensiun, kita baru mencari penggantinya. Itu harus sudah diproyeksikan,” ujarnya.
Ismail menilai pemerintah perlu memiliki data yang lebih rinci mengenai guru yang akan memasuki masa pensiun, termasuk sekolah dan bidang pengajaran yang ditinggalkan. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pengganti.
Langkah tersebut dinilai penting agar proses belajar mengajar tidak terganggu akibat berkurangnya tenaga pengajar. Terlebih, kebutuhan guru di setiap sekolah tidak selalu sama.
Ia juga meminta pemenuhan tenaga pendidik dilakukan sesuai skala prioritas. Sekolah yang paling membutuhkan guru harus mendapat perhatian lebih dahulu dengan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Sebetulnya semuanya sama saja antara nakes dengan guru,” katanya.
Menurut Ismail, kebutuhan guru dan tenaga kesehatan sama-sama penting. Namun, kondisi masing-masing sektor perlu dilihat berdasarkan kebutuhan riil sehingga kebijakan yang diambil tidak bersifat seragam.
DPRD Samarinda mendorong pemerintah mulai menyusun proyeksi kebutuhan guru untuk beberapa tahun ke depan. Dengan perencanaan tersebut, setiap guru yang memasuki masa pensiun dapat diantisipasi dan kebutuhan penggantinya tidak menunggu hingga terjadi kekosongan di sekolah.
“Persoalan tenaga pendidik bukan hanya soal memenuhi kekurangan hari ini, tetapi memastikan kebutuhan guru tetap tersedia ketika terjadi pergantian tenaga pengajar di masa mendatang,” tandasnya.(adv)









Users Today : 114
Users Yesterday : 140
Views Today : 652
Total views : 604087
Who's Online : 1
