Kepala Bidang (Kabid) PU Kukar, Muhammad Jamil
Eksistensi.id.Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah mempersiapkan pembangunan gedung baru Kantor Lurah Baru di Kecamatan Tenggarong.
Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026 sebagai solusi atas kondisi kantor kelurahan yang dinilai sudah tidak layak pakai.
“Lokasi pelayanan sekarang sudah tidak layak untuk menunjang pelayanan administrasi masyarakat. Karena itu, kita siapkan pembangunan kantor baru yang lebih layak dan representatif,” ujar Kepala Bidang (Kabid) PU Kukar, Muhammad Jamil, pada Kamis (24/7/2025).
Saat ini, Kantor Lurah Baru masih beroperasi di Jalan Al Jawahir dengan bangunan seadanya yang terbuat dari tongkat kayu. Jamil menyebut, struktur tersebut sejak awal tidak dirancang sebagai kantor permanen sehingga tidak memenuhi standar pelayanan publik.
Gedung baru direncanakan dibangun di Jalan Ahmad Dahlan, RT 14 Kelurahan Baru, dengan lahan seluas 19.056 meter persegi yang telah disiapkan Pemkab Kukar. Lokasinya yang berada di jalur utama dinilai sangat strategis untuk mempercepat akses masyarakat terhadap layanan administrasi.
“Dengan lokasi di jalur poros, masyarakat bisa lebih mudah menjangkau. Kita ingin memberikan fasilitas terbaik bagi pelayanan publik yang lebih cepat, nyaman, dan aman,” jelas Jamil.
Namun, pembangunan gedung tersebut menghadapi tantangan teknis. Topografi lahan yang miring memerlukan penanganan khusus agar bangunan tetap aman dari risiko longsor. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan dinding penahan tanah (DPT).
“Kontur tanah di lokasi agak curam, jadi harus ada perlakuan teknis khusus agar bangunan aman dari risiko longsor. Ini juga berdampak pada pembiayaan yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Dinas PU juga tengah menyesuaikan desain gedung dengan kebutuhan pelayanan masyarakat, sekaligus mengakomodasi unsur kearifan lokal sebagai identitas kawasan.
Aspek fungsional dan estetika akan dirancang seimbang demi menciptakan kantor yang humanis dan efisien. Sebelum pembangunan dimulai, beberapa bangunan sementara yang berdiri di atas lahan tersebut telah dibongkar.
Diakhir sesi, Jamil memastikan pembongkaran dilakukan dengan koordinasi yang baik bersama Kelurahan Baru.
“Bangunan tersebut sebelumnya digunakan masyarakat secara tidak permanen, dan pembongkarannya telah mendapat koordinasi dari Kelurahan Baru,” pungkasnya.(adv)