Eksistensi.id, Samarinda – Tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda mendorong DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah memastikan kesiapan pemadam kebakaran sebelum memasuki periode rawan kebakaran. Sebanyak 91 kejadian karhutla tercatat dengan luas lahan terdampak mencapai 126,26 hektare.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi, mengatakan kondisi tersebut perlu diikuti dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap personel, armada, dan peralatan pemadam.
Menurutnya, kesiapan harus dipastikan sebelum petugas menerima laporan dan dikerahkan ke lokasi.
“Jangan sampai ketika kejadian sudah terjadi, baru kita mengecek kendaraan atau peralatannya. Semua harus dipastikan siap sebelum dibutuhkan,” tegas Maswedi, Sabtu (5/9/26).
Pemeriksaan tidak hanya menyangkut jumlah kendaraan pemadam, tetapi juga kondisi teknis armada, perlengkapan pendukung, serta fasilitas operasional yang digunakan petugas. Seluruh sarana tersebut dinilai perlu diperiksa secara berkala untuk mencegah kendala ketika penanganan berlangsung.
Kesiapan menjadi semakin penting mengingat kebakaran dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik berbeda. Di wilayah permukiman yang cukup padat, misalnya, keterlambatan penanganan dapat membuat api lebih cepat merambat dan meningkatkan risiko kerusakan.
Selain sarana dan prasarana, Maswedi meminta kemampuan personel turut dievaluasi. Petugas perlu mendapatkan dukungan yang memadai untuk menghadapi kebakaran di berbagai kondisi, baik ketika menangani permukiman maupun lahan terbuka.
Karena itu, evaluasi kesiapan diminta dilakukan secara rutin oleh instansi terkait dan tidak menunggu sampai terjadi kebakaran besar. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat kendaraan, peralatan, maupun kebutuhan operasional yang perlu diperbaiki atau dipenuhi.
“Yang kita harapkan ketika ada laporan kebakaran, petugas bisa langsung bergerak dengan dukungan peralatan yang memang siap. Jangan ada waktu yang terbuang karena persoalan teknis,” ujarnya.
Maswedi berharap kesiapan personel dan sarana pemadaman menjadi perhatian pemerintah selama periode rawan kebakaran.
“Dengan kondisi operasional yang terjaga, respons petugas diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan,” harapnya.(adv)








Users Today : 114
Users Yesterday : 267
Views Today : 145
Total views : 614704
Who's Online : 2
