Eksistensi.Id, KUTIM – Peserta pendidikan nonformal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berpeluang memperoleh keterampilan praktis selain mengikuti pembelajaran akademik. Melalui program life skill atau kecakapan hidup, warga belajar dapat mengenal berbagai keterampilan, mulai dari menjahit, tata boga hingga membatik.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Heri Purwanto, menjelaskan pembekalan keterampilan menjadi salah satu kegiatan yang dapat disisipkan dalam pembelajaran di lembaga pendidikan nonformal.
“Selain materi umum, ada juga keterampilan seperti menjahit, tata boga, sampai membatik,” jelas Heri, Sabtu (24/10/26).
Salah satu lembaga yang dapat menerapkan kegiatan tersebut ialah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Melalui kegiatan praktik, peserta memiliki kesempatan mempelajari keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pola pembelajaran pendidikan nonformal juga berbeda dengan sekolah formal. Kegiatan belajar tidak harus dilaksanakan melalui tatap muka setiap hari, karena lembaga dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan metode pembelajaran yang digunakan.
“Pembelajaran di pendidikan nonformal tidak harus tatap muka setiap hari, selama materi yang ditetapkan tetap disampaikan kepada warga belajar,” ujar Heri.
Dalam pola tersebut, kegiatan belajar dapat dilengkapi dengan tugas yang dikerjakan peserta di antara jadwal pertemuan. Dengan demikian, proses pembelajaran tetap berjalan meskipun frekuensi tatap muka tidak sama seperti sekolah formal.
Penerapan program kecakapan hidup dapat berbeda pada setiap satuan pendidikan. Jenis keterampilan yang diberikan menyesuaikan program serta kemampuan masing-masing lembaga dalam menyediakan kegiatan praktik.
Heri menjelaskan, pembelajaran nonformal tidak hanya untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga membuka ruang untuk mempelajari keterampilan di luar materi akademik.
“Jenis keterampilan yang diberikan menyesuaikan program yang tersedia di masing-masing lembaga,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, pendidikan nonformal di Kutim memiliki ruang untuk menggabungkan pembelajaran akademik dengan keterampilan praktis sesuai layanan yang diselenggarakan lembaga.(adv/Kutim/Nurfa)








Users Today : 327
Users Yesterday : 935
Views Today : 424
Total views : 659138
Who's Online : 3
