Eksistensi.id, Samarinda – Kepala Sekolah SMAN 13 Samarinda, Haji Nurhayati mengajak orang tua/wali murid baru di sekolah tersebut untuk dapat bekerja sama. Tanpa kerja sama yang baik dan dukungan dari orang tua murid, maka proses pendidikan di sekolah dinilai tidak akan optimal.
Hal itu disampaikan Haji Nurhayati saat sosialisasi program pendidikan di SMAN 13 Samarinda, Kamis (9/7/2026).
Dihadapan ratusan orang tua murid baru, Nurhayati menegaskan komitmen para guru dan tenaga pendidik di sekolah tersebut untuk memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.
“Kami mengajak bapak/ibu untuk menjadi mitra, untuk membangun mengembangkan bakat minat anak bapak/ibu. Jadi sekarang kita mitra. Dengan niat sama-sama mendidik anak kita. Insyaallah kami amanah yang penting kita selalu koordinasi, agar anak-anak kita menjadi versi yang terbaik dari dirinya sendiri,” kata Nurhayati menjelaskan.
Nurhayati yang mengaku akan segera memasuki purna tugas itu mengatakan, banyak murid yang sebenarnya tidak ingin bersekolah di SMAN 13 ini. Di antaranya karena bukan sekolah pilihan utama. Namun, ia menilai, dalam dunia kerja yang paling utama diperlukan bukan hanya kemampuan atau kecerdasan akademik, tapi juga karakter dan kepribadian yang baik.
“Ada yang sampai nangis gak mau sekolah di sini. Saya tahu bapak/ibu sudah mencarikan sekolah kemana-mana. Selama proses pendaftaran kita menghabiskan energi yang luar biasa. Saya tahu ada yang sebenarnya tidak ingin sekolah di sini. Semoga anak bapak/ibu semangat belajar di sini,” papar Nurhayati melanjutkan.
Meski begitu, Nurhayati berharap dengan hasil SPMB tahun ini, tidak mengecilkan semangat peserta didik baru untuk mengembangkan kemampuan mereka di SMAN 13 Samarinda.
“Kita terus berusaha, kalau misalnya dari 10, ada dua atau tiga yang berprestasi untuk sekolah kita itu sudah cukup baik. Jadi ini investasi tapi saya tidak bisa mengikuti prosesnya sampai akhir. Bapak/ibu nanti yang akan menikmati hasilnya,” sambung Nurhayati.
Untuk itu, Nurhayati meminta kepada orang tua atau wali murid agar mendukung program sekolah, dan sebagai mitra agar memberikan informasi yang benar terkait dengan kondisi anak-anaknya.
“Sekolah ini ditunjuk sebagai sekolah inklusi. Jadi saya berharap bapak/ibu untuk jujur, bahwa anaknya tidak berkebutuhan khusus. Kalau orang tuanya menutup-nutupi itu yang memperparah keadaan anaknya. Saya ucapkan selamat bergabung dengan SMAN 13 Samarinda,” ucap Nurhayati.
Sementara itu perwakilan dari Komite Sekolah SMAN 13 Samarinda mengatakan akan terus berupaya menjembatani kepentingan orang tua atau wali murid dengan sekolah. Komite juga menekankan, bahwa SMAN 13 Samarinda akan memberikan pendidikan yang berkualitas. (*)






Users Today : 251
Users Yesterday : 260
Views Today : 344
Total views : 566749
Who's Online : 4
