Eksistensi.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda didorong mempercepat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengurangi kesenjangan antarsekolah negeri.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyebut perbedaan fasilitas turut memengaruhi munculnya anggapan masyarakat mengenai sekolah favorit dan nonfavorit.
Novan menjelaskan, penerapan Kurikulum Merdeka yang sudah berlaku di seluruh sekolah negeri belum otomatis menghapus perbedaan kualitas layanan pendidikan. Kondisi fasilitas fisik masih menjadi salah satu pembeda yang mudah dilihat masyarakat, terutama ketika penerimaan peserta didik baru berlangsung.
“Ada sekolah yang memiliki lapangan olahraga lengkap dan laboratorium memadai. Sementara sekolah lain belum memiliki fasilitas yang sama. Hal-hal seperti ini yang akhirnya membentuk persepsi masyarakat bahwa sekolah tersebut lebih unggul,” kata Novan, Sabtu (1/8/2026).
Besarnya jumlah sekolah membuat pemerataan fasilitas tidak dapat diselesaikan sekaligus. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda mencatat terdapat sekitar 164 SD negeri dan 50 SMP negeri yang tersebar di Kota Samarinda.
Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, pembangunan maupun pemenuhan kebutuhan fasilitas harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan APBD. DPRD tetap meminta agar sekolah yang memiliki kekurangan sarana mendapat perhatian dalam penyusunan prioritas pembangunan pendidikan.
Novan menegaskan, kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya merata tidak boleh berdampak pada kualitas pembelajaran. Disiplin dan kinerja guru tetap harus dijaga agar peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang baik di setiap sekolah.
Pengawasan juga diharapkan tidak hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat diminta menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan kedisiplinan tenaga pendidik maupun kondisi lain yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.
“Setiap sekolah memiliki pengawas. Kalau ada laporan terkait kedisiplinan guru atau persoalan lain, harus segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan. Jangan sampai fasilitas belum merata, kualitas mengajarnya juga ikut menurun,” tegas Novan.
DPRD Samarinda berharap pembenahan fasilitas berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Dengan demikian, perbedaan sarana antar sekolah tidak berkembang menjadi kesenjangan mutu pendidikan di Kota Samarinda.(adv)








Users Today : 159
Users Yesterday : 87
Views Today : 228
Total views : 594627
Who's Online : 1
