Eksistensi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam melindungi kebebasan pers dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis.
Penegasan ini disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sebagai respons atas meningkatnya dinamika informasi di era digital.
Rudy menyampaikan bahwa jurnalis memiliki peran penting dalam menjaga transparansi pemerintahan dan menyediakan informasi akurat bagi masyarakat.
Menurutnya, media adalah penghubung utama antara pemerintah dan publik sehingga perlu menjalankan tugas dengan profesional dan sesuai kode etik.
“Kami tegas menolak tindakan kekerasan terhadap jurnalis. Profesi ini sangat strategis, tetapi kritik juga harus disampaikan secara beretika,” ujarnya, Selasa (2/11/25).
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang bagi kritik konstruktif sepanjang tidak menyerang ranah pribadi atau mengarah pada pencemaran nama baik. Kritik yang disampaikan secara objektif, kata Rudy, justru menjadi bagian penting dalam memperkuat demokrasi daerah.
Rudy juga meminta media menjaga kualitas pemberitaan agar tetap menyejukkan dan tidak menimbulkan kegaduhan.
Menurutnya, pemerintah memilih bekerja secara nyata dibandingkan terlalu banyak berkomentar di ruang publik.
“Pemberitaan harus menenteramkan publik. Kami lebih banyak bekerja daripada berbicara,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Rudy berharap hubungan pemerintah dan insan pers semakin solid untuk menjaga stabilitas sosial di Kaltim.(ADV/red/ta)







Users Today : 526
Users Yesterday : 982
Views Today : 1525
Total views : 445182
Who's Online : 3
