Eksistensi.id, Samarinda – Rencana rehabilitasi SMP Negeri 24 Samarinda masih berproses dan belum masuk tahap pengerjaan fisik. Sekolah tersebut telah tercantum dalam program perbaikan 2026, namun pelaksanaannya masih menunggu sejumlah tahapan administrasi hingga proses lelang.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti mengatakan, program perbaikan sekolah tahun ini mendapat dukungan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Kalau tahun 2026 ini ada banyak DAK. Nilainya miliaran rupiah untuk SD dan SMP dari pusat. TK dan PAUD juga ada,” ujar Sri Puji, Jumat (21/8/26).
Menurutnya, masuknya SMPN 24 dalam program rehabilitasi tidak berarti pekerjaan konstruksi dapat langsung dimulai. Pemerintah masih harus menyelesaikan tahapan pengadaan sebelum proyek dilaksanakan di lapangan.
Sri Puji mengatakan proses tersebut perlu dilalui sesuai mekanisme yang berlaku. Karena itu, kondisi belum dimulainya pekerjaan tidak berarti sekolah tersebut keluar dari daftar program perbaikan.
“Programnya sudah masuk. Tinggal prosesnya saja yang harus diselesaikan, termasuk tahapan lelang sebelum pekerjaan fisik dimulai,” katanya.
Ia menyebut rehabilitasi SMPN 24 merupakan bagian dari program perbaikan sarana pendidikan yang mencakup sejumlah sekolah di Samarinda. Dukungan DAK dari pemerintah pusat diarahkan untuk membantu pembenahan fasilitas pendidikan pada jenjang SD dan SMP.
DPRD Samarinda tetap akan memantau perkembangan program tersebut, terutama agar tahapan pengadaan tidak berlarut dan pekerjaan dapat segera dilaksanakan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
Sri Puji juga mengingatkan bahwa kebutuhan rehabilitasi sekolah di Samarinda cukup banyak. Pemerintah harus menentukan penanganan berdasarkan kondisi bangunan dan tingkat urgensi, mengingat kemampuan anggaran tidak memungkinkan seluruh kebutuhan dikerjakan sekaligus.
Dengan proses administrasi dan lelang yang segera dituntaskan, DPRD berharap rehabilitasi SMPN 24 Samarinda dapat direalisasikan sesuai program 2026.
“Perbaikan tersebut diharapkan membuat fasilitas belajar siswa menjadi lebih aman dan layak digunakan,” tandasnya.(adv)









Users Today : 111
Users Yesterday : 140
Views Today : 509
Total views : 603944
Who's Online : 1
