Eksistensi.id, Samarinda – Banjir yang berulang kali merendam Jalan Pasundan, Samarinda Ulu, hingga kawasan Rumah Sakit Dirgahayu menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno mendorong agar pembangunan drainase di kawasan tersebut terus dilanjutkan sebagai upaya mengatasi genangan yang muncul saat hujan.
“Kalau hujan sedikit saja, air sudah masuk ke kawasan Rumah Sakit Dirgahayu. Dari Jalan Pasundan itu mulai tenggelam. Maka penting dibangunnya drainase ini,” kata Jasno, Jumat (5/9/2026).
Penanganan tersebut kini dilakukan melalui proyek pembangunan drainase senilai Rp19,06 miliar yang bersumber dari APBD Samarinda 2026. Saluran baru ini tidak hanya diarahkan untuk mengurangi banjir di Jalan Pasundan, tetapi juga membantu mengatasi genangan di Jalan Gunung Merbabu dan kawasan sekitarnya.
Drainase yang dibangun memiliki panjang 197,7 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 2,25 meter. Saluran tersebut akan menjadi jalur utama pembuangan air menuju Sungai Mahakam.
Proyek ini juga dilengkapi pintu air berukuran lebar 1,2 meter dan tinggi 3 meter. Fasilitas tersebut berfungsi mengatur aliran air sekaligus mempercepat pembuangan ketika hujan deras.
Pembangunan drainase ini melanjutkan penanganan saluran air yang telah dilakukan pemerintah sejak 2023. Sebelumnya, pemerintah melakukan pelebaran saluran di kawasan Jalan Pasundan untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
Jasno menilai pengendalian banjir harus tetap menjadi prioritas meskipun Pemerintah Kota Samarinda tengah melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, penghematan seharusnya diarahkan pada kegiatan yang kurang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kalau bicara efisiensi, kita lebih mengefisienkan kegiatan yang kurang bermanfaat. Namun, kegiatan untuk masyarakat seperti drainase ini penting. Pembangunan yang menjadi prioritas, apalagi pengendalian banjir, harus tetap berjalan,” tegasnya.
Untuk memperluas penanganan ke titik banjir lainnya, Jasno menyarankan Pemkot Samarinda memanfaatkan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pada 2026, Samarinda memperoleh bantuan keuangan sekitar Rp320 miliar dari Pemprov Kaltim.
Menurutnya, anggaran tersebut dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan untuk memperbaiki drainase di kawasan lain yang masih menghadapi persoalan genangan.
“Anggaran itu bisa digunakan untuk perbaikan drainase berikutnya, dan memang anggaran Pemkot sebaiknya untuk masyarakat salah satunya pengendalian banjir,” tandas Jasno.(adv)







Users Today : 118
Users Yesterday : 267
Views Today : 153
Total views : 614712
Who's Online : 1
