Eksistensi.id, Samarinda – Keberadaan relawan di sekitar wilayah rawan kebakaran dinilai penting untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda.
DPRD Kota Samarinda mendorong agar kebutuhan relawan dipetakan dan dukungan operasionalnya disiapkan, sehingga respons terhadap kebakaran tidak harus menunggu proses pelaporan yang memerlukan waktu.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari mengatakan, komunikasi dengan relawan telah dilakukan untuk mengetahui kebutuhan yang dapat mendukung penanganan di lapangan.
Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi cuaca kering yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
“Kita juga berkomunikasi dengan relawan apa saja yang diperlukan oleh relawan nanti kita akan sediakan. Jadi, jauh lebih cepat penanganannya. Karena kalau misalnya harus melapor dulu ke kami mungkin perlu waktu,” katanya, Jumat (4/9/2026).
Celni menjelaskan, relawan yang berada dekat dengan masyarakat dapat menjadi unsur awal dalam merespons kejadian kebakaran. Karena itu, penguatan kolaborasi dengan relawan diperlukan agar warga di wilayah rawan dapat lebih cepat mengambil langkah tanggap darurat ketika kebakaran terjadi.
“Iya, rekayasa cuaca mau dilakukan oleh provinsi. Tapi ini kita sudah berkolaborasi dengan para relawan, kita melakukan komunikasi baik agar warga masyarakat bisa jauh lebih cepat tanggap darurat jika ada kebakaran,” ujarnya.
Di sisi lain, rencana rekayasa cuaca di Samarinda masih dalam pembahasan. Pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kondisi kekeringan yang diperkirakan dipengaruhi El Nino hingga Oktober, sekaligus kesiapan anggaran yang dibutuhkan.
“Masih dibicarakan karena memang kemungkinan kekeringan ini dampak El Nino-nya sampai bulan Oktober. Jadi, masih dibicarakan kalau memang ada rekayasa karena kan ada biaya yang mesti diperlukan lagi,” jelasnya.
DPRD Samarinda berharap kesiapsiagaan menghadapi karhutla terus diperkuat melalui kerja sama pemerintah, relawan, dan masyarakat.
“Dukungan terhadap relawan, terutama di wilayah rawan kebakaran, diharapkan dapat membuat penanganan lebih cepat dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran,” tandasnya.(adv)










Users Today : 114
Users Yesterday : 267
Views Today : 145
Total views : 614704
Who's Online : 2
