Eksistensi.id, Samarinda – Kualitas udara di Samarinda yang memburuk hingga mencapai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 148 mendorong DPRD Kota Samarinda meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan skema pembelajaran dari rumah.
Kebijakan tersebut dinilai perlu disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin memburuk.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan kondisi udara di setiap kecamatan tidak selalu sama. Karena itu, pemantauan perlu dilakukan setiap hari agar kebijakan terhadap kegiatan belajar mengajar dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Tidak semua wilayah Samarinda kondisi udaranya sama. Karena itu, perkembangannya harus dipantau setiap hari dan kebijakan pendidikan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” ujar Novan, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat, aktivitas siswa di luar ruangan perlu dikurangi. Pembelajaran dari rumah dapat menjadi pilihan bagi wilayah yang kondisi udaranya tidak lagi memungkinkan untuk kegiatan belajar tatap muka.
Novan menyebut, ISPU Samarinda meningkat dari 98 menjadi 148 dan telah masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena paparan udara yang buruk berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan, khususnya bagi anak-anak.
“Jangan menunggu muncul gejala ISPA baru menggunakan masker. Lebih baik kita antisipasi sejak awal dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk,” katanya.
Selain meminta kesiapan sektor pendidikan, DPRD Samarinda mendorong Dinas Kesehatan memperkuat kesiapan puskesmas dan rumah sakit untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dilakukan untuk memantau perkembangan dampak karhutla.
Sementara itu, sekitar 10 ribu masker telah disiapkan relawan untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Kami berharap perlindungan terhadap warga, terutama kelompok rentan, terus menjadi perhatian selama kualitas udara belum kembali membaik,” tandasnya.(adv)









Users Today : 97
Users Yesterday : 285
Views Today : 206
Total views : 615787
Who's Online : 4
