Monday, September 21, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
eksistensi.id
  • Advertorial
    • Dispora Kaltim
    • Diskominfo Kaltim
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora KUKAR
    • PEMPROV KALTIM
    • Diskominfo Samarinda
  • Politik
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Balikpapan
    • KPU Kaltim
    • Kpu Samarinda
  • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kutai Kartanegara
    • Bontang
  • Nasional
  • Ragam
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Seni Budaya
Eksistensi.id
  • Advertorial
    • Dispora Kaltim
    • Diskominfo Kaltim
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora KUKAR
    • PEMPROV KALTIM
    • Diskominfo Samarinda
  • Politik
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Balikpapan
    • KPU Kaltim
    • Kpu Samarinda
  • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kutai Kartanegara
    • Bontang
  • Nasional
  • Ragam
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
eksistensi.id
No Result
View All Result
  • Advertorial
  • Politik
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Ragam
Home Advertorial

Kasus ISPA di Kutim Meningkat, Dinkes Kaitkan dengan Periode Karhutla

Dita Redaksi by Dita Redaksi
17 September 2026
0 0
Kasus ISPA di Kutim Meningkat, Dinkes Kaitkan dengan Periode Karhutla
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Bagikan

Eksistensi.Id, KUTIM – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat meningkat sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kenaikan paling terlihat pada periode terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya pada Mei lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan kondisi kemarau dan munculnya karhutla di sejumlah wilayah.

“Dari data Januari sampai Agustus memang ada peningkatan. Terutama di bulan Mei, saat terjadi karhutla, ISPA juga meningkat cukup tinggi,” kata Yuwana, Kamis (17/9/26).

Meski demikian, Dinkes Kutim belum menyimpulkan bahwa peningkatan ISPA sepenuhnya disebabkan asap karhutla.

Menurut Yuwana, ISPA merupakan penyakit yang cukup umum sehingga diperlukan pengolahan dan analisis data lebih rinci untuk mengetahui faktor yang memengaruhinya.

Hal serupa berlaku apabila peningkatan kasus hendak dikaitkan dengan aktivitas pertambangan maupun faktor lingkungan lainnya. Dinkes perlu melihat data secara lebih mendalam sebelum menarik kesimpulan mengenai hubungan tersebut.

“Kalau mau melihat apakah ada kaitannya dengan pertambangan atau faktor lain, itu harus dianalisis dulu datanya,” tegasnya.

Selain ISPA, kondisi kemarau dan paparan asap juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat dalam bentuk gangguan lain. Yuwana menyebut cuaca panas dan perubahan kondisi lingkungan dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga diare.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, Dinkes Kutim telah menerbitkan surat edaran pada 31 Agustus 2026. Kesiapan tersebut dilakukan dengan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah, terutama untuk menghadapi penyakit yang sensitif terhadap perubahan kondisi iklim.

Dinkes juga menyiapkan dukungan berupa masker bagi masyarakat serta vitamin bagi petugas yang bertugas di lapangan. Kebutuhan masker dari masing-masing kecamatan telah dihimpun agar distribusinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah.

“Untuk kebutuhan masker sudah kami rekap dari kecamatan. Bisa melalui puskesmas atau langsung ke Dinas Kesehatan untuk kebutuhan di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Sementara itu, terkait wilayah dengan kasus ISPA tertinggi, Yuwana mengatakan pihaknya masih membutuhkan pengolahan data lebih lanjut. Data tersebut diperlukan untuk melihat pola peningkatan kasus sekaligus mengetahui faktor yang kemungkinan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Dinkes Kutim mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan seperti sesak napas maupun gangguan pernapasan lainnya, terutama ketika kondisi udara memburuk akibat asap dan kemarau. Pemeriksaan sejak awal di fasilitas kesehatan dinilai penting agar keluhan dapat segera ditangani.(adv/Kutim/Nurfa)

Previous Post

Dokter Keliling Kutim Sesuaikan Layanan dengan Kebutuhan Wilayah Terpencil

Next Post

Posyandu Kutim Kini Integrasikan Enam Layanan Dasar

Next Post
Posyandu Kutim Kini Integrasikan Enam Layanan Dasar

Posyandu Kutim Kini Integrasikan Enam Layanan Dasar

Pelayanan Kesehatan Bergerak Kutim Sekaligus Lacak Kasus TBC

Pelayanan Kesehatan Bergerak Kutim Sekaligus Lacak Kasus TBC

Titik Api Karhutla Berulang, Sangatta Utara Perketat Pemantauan

Titik Api Karhutla Berulang, Sangatta Utara Perketat Pemantauan


PT. Zahra Rezki Media
Jl Emboen Suryana Perum lestari Indah l no 65
Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur

Statistik Pengunjung

253925
Users Today : 176
Users Yesterday : 255
Views Today : 303
Total views : 625251
Who's Online : 2
Your IP Address : 216.73.216.131

Recent News

Peserta MagangHub Batch 2 Diminta Pastikan Kontak, Lokasi, dan Perlengkapan Sebelum Magang

Peserta MagangHub Batch 2 Diminta Pastikan Kontak, Lokasi, dan Perlengkapan Sebelum Magang

20 September 2026
Antusias Warga Ikuti Bakti Kesehatan HUT TNI, Camat Sangatta Utara Dorong Pemeriksaan Rutin

Antusias Warga Ikuti Bakti Kesehatan HUT TNI, Camat Sangatta Utara Dorong Pemeriksaan Rutin

20 September 2026
No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Dispora Kaltim
    • Diskominfo Kaltim
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora KUKAR
    • PEMPROV KALTIM
    • Diskominfo Samarinda
  • Politik
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Balikpapan
    • KPU Kaltim
    • Kpu Samarinda
  • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kutai Kartanegara
    • Bontang
  • Nasional
  • Ragam
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Seni Budaya

© 2024 Eksistensi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In