Eksistensi.Id, KUTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur memanfaatkan pelayanan kesehatan bergerak untuk sekaligus menelusuri kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah sasaran. Selain mendekatkan layanan kepada masyarakat, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan kasus TBC yang masih menjadi perhatian di Kutim.
Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pelayanan kesehatan bergerak telah dilaksanakan di Kecamatan Sandaran dan Batu Ampar. Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan menyasar Kecamatan Karangan.
“Pelayanan kesehatan bergerak sudah kami laksanakan di Sandaran dan Batu Ampar. Minggu depan rencananya ke Karangan,” kata Yuwana, Jumat (18/9/26).
Di Karangan, pelayanan kesehatan akan dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan tracking atau penelusuran kasus TBC. Penggabungan kegiatan tersebut dilakukan agar kunjungan petugas ke wilayah tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga membantu mendeteksi persoalan kesehatan yang membutuhkan tindak lanjut.
“Di Karangan nanti selain pelayanan kesehatan, kami juga akan melakukan tracking TBC,” ujarnya.
Menurut Yuwana, pendekatan langsung ke wilayah menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan. Petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi mendatangi wilayah yang menjadi sasaran pelayanan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melakukan penelusuran terhadap masyarakat yang berpotensi membutuhkan pemeriksaan TBC. Hasil temuan di lapangan dapat menjadi bagian dari tindak lanjut pelayanan kesehatan sesuai kondisi masing-masing masyarakat.
Yuwana menekankan, penanganan persoalan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan tenaga medis. Dukungan masyarakat dan keterlibatan lintas sektor juga diperlukan agar kegiatan kesehatan di lapangan dapat berjalan secara optimal.
“Semua pihak harus ikut berperan serta secara aktif,” tegasnya.
Selain pelayanan kesehatan bergerak dan penelusuran TBC, Dinkes Kutim tetap menjalankan program rutin dari Kementerian Kesehatan. Di antaranya peningkatan kapasitas serta bimbingan teknis bagi sumber daya manusia kesehatan.
Melalui kegiatan lapangan tersebut, Dinkes Kutim berupaya menggabungkan pelayanan langsung kepada masyarakat dengan upaya menemukan kasus TBC.
“Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana deteksi dan tindak lanjut terhadap persoalan kesehatan di wilayah sasaran,” tandasnya.(Adv/Kutim/Nurfa)










Users Today : 167
Users Yesterday : 255
Views Today : 286
Total views : 625234
Who's Online : 1
