Eksistensi.Id, KUTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta masyarakat tetap waspada terhadap kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori sedang.
Imbauan terutama ditujukan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil serta warga dengan gangguan pernapasan dan kardiovaskular.
Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan indeks kualitas udara Kutim tercatat 76 berdasarkan hasil pengukuran pada Selasa (22/9/2026). Angka tersebut masih tergolong sedang dan secara umum relatif aman bagi mayoritas masyarakat.
“Indeks kualitas udara tercatat berada di angka 76 berdasarkan hasil pengukuran pada Selasa, 22 September 2026. Secara umum masih aman bagi mayoritas penduduk, namun berpotensi memperburuk kondisi bagi kelompok yang lebih sensitif,” ujar Yuwana, saat di temui.
Menurutnya, data tersebut mengacu pada Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons Kementerian Kesehatan. Meski belum masuk kategori yang membahayakan masyarakat secara luas, kualitas udara pada level tersebut tetap dapat memberikan dampak terhadap kelompok yang memiliki sensitivitas lebih tinggi.
“Pada level ini aman bagi mayoritas penduduk, namun memperburuk gejala pada kelompok sensitif seperti anak di bawah 12 tahun, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskular,” jelasnya.
Karena itu, Dinkes Kutim mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk. Warga yang harus bepergian juga disarankan menggunakan masker dan menjaga asupan air putih agar saluran pernapasan tetap lembap.
Kondisi kualitas udara tersebut juga telah dilaporkan kepada Bupati Kutim, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala perangkat daerah sebagai bagian dari pemantauan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dinkes Kutim akan terus memantau perkembangan kualitas udara karena kondisi cuaca dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kewaspadaan tetap diperlukan. Kami meminta masyarakat, terutama yang memiliki anggota keluarga rentan, tetap menjaga diri hingga kualitas udara benar-benar membaik secara berkelanjutan,” pungkas Yuwana.(adv/Kutim/Nurfa)









Users Today : 600
Users Yesterday : 412
Views Today : 817
Total views : 627532
Who's Online : 2
