Eksistensi.id Samarinda – Kerja sama antara Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai perlu diperluas agar mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di kedua daerah.
Selain penanganan banjir di kawasan perbatasan, kolaborasi lintas wilayah diharapkan menyentuh sektor strategis lain, termasuk pertanian dan penguatan ekonomi daerah.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengatakan posisi geografis Samarinda dan Kukar yang saling berdekatan membuat berbagai persoalan pembangunan memiliki keterkaitan. Karena itu, diperlukan koordinasi antarpemerintah daerah agar penanganan masalah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Hal tersebut disampaikan Joha menyusul kunjungan lapangan Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ke lokasi pembangunan sodetan di kawasan Loa Janan Ulu beberapa waktu lalu.
Menurutnya, persoalan banjir yang kerap melanda kawasan perbatasan, khususnya Loa Janan Ilir dan Loa Janan Ulu, menjadi salah satu contoh masalah yang membutuhkan penanganan bersama. Kedua wilayah tersebut memiliki keterkaitan sehingga upaya mengurangi risiko banjir perlu direncanakan secara terkoordinasi.
“Loa Janan Ilir dan Loa Janan Ulu ini adalah kawasan perbatasan antara Samarinda dan Kukar. Harus ada kerja sama dari kedua pemerintah ini. Apalagi berkaitan dengan persoalan banjir, harus ditangani dan dikelola bersama,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Joha mengapresiasi langkah kedua kepala daerah yang turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi langkah positif untuk memperjelas pembagian tanggung jawab sekaligus mengidentifikasi solusi yang dapat dijalankan masing-masing pemerintah.
“Saya kira apa yang sudah dilakukan Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Bupati Kukar Aulia suatu hal yang bagus. Sama-sama turun ke lapangan untuk memastikan mana yang menjadi tanggung jawab daerah mereka dan mencari solusi apa yang harus dilakukan,” katanya.
Ia berharap komunikasi antara Samarinda dan Kukar tidak hanya terjalin ketika persoalan muncul. Koordinasi yang dilakukan secara berkesinambungan dinilai penting untuk menyelaraskan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, terutama di wilayah yang berbatasan langsung.
Joha juga mengingatkan bahwa penanganan banjir seharusnya menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Menurutnya, masih banyak potensi dan kepentingan kedua daerah yang dapat disinergikan demi meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.
“Saya kira kerja sama seperti ini tidak hanya berhenti pada persoalan penanganan banjir. Karena saya kira itu hanya menjadi salah satu contoh yang harus dilakukan bersama,” ucapnya.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah pertanian. Joha menilai potensi lahan dan produksi pertanian di Kukar dapat menjadi bagian dari kerja sama untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat Samarinda sekaligus membuka peluang ekonomi antardaerah.
“Banyak hal yang bisa dikerjasamakan, misalnya di bidang pertanian. Harapannya, akan ada hal lain yang bisa dikerjasamakan berkaitan dengan kebutuhan kedua kabupaten/kota ini,” tandasnya.
Joha berharap sinergi kedua pemerintah daerah terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan perencanaan yang terintegrasi. Dengan demikian, kolaborasi Samarinda dan Kukar tidak hanya mampu mengatasi persoalan di kawasan perbatasan, tetapi juga mendorong pembangunan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Penulis: REZKY
Editor: redaksi










Users Today : 381
Users Yesterday : 397
Views Today : 1796
Total views : 641712
Who's Online : 2
