Eksistensi.Id, KUTIM – Peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit tidak cukup hanya mengandalkan kualitas bibit. Petani juga membutuhkan pendampingan teknis agar mampu merawat tanaman, mengelola kebun, hingga menentukan langkah peremajaan ketika produktivitas mulai menurun.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Timur (Kutim), Juliansyah, menilai penguatan pemahaman petani menjadi bagian penting dalam memperbaiki praktik perkebunan sawit. Edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar informasi teknis dapat diterapkan sesuai kondisi kebun masing-masing.
Menurut Juliansyah, kajian terkait pembibitan sawit menunjukkan masih adanya petani yang belum sepenuhnya memahami risiko penggunaan bibit ilegal. Persoalan tersebut perlu ditangani melalui sosialisasi yang mudah dipahami, sekaligus pendampingan yang mencakup pengelolaan tanaman setelah penanaman.
“Petani perlu mendapatkan pemahaman yang menyeluruh, bukan hanya tentang memilih bibit yang baik, tetapi juga bagaimana menanam, merawat, dan mengelola kebun supaya produktivitasnya bisa terjaga,” ujar Juliansyah, Kamis (15/10/26).
Pendampingan teknis dinilai penting karena pengelolaan perkebunan berlangsung dalam jangka panjang. Kesalahan pada tahap awal maupun kurang tepatnya pemeliharaan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil panen ketika memasuki masa produktif.
Selain itu, perhatian perlu diberikan kepada kebun yang produktivitasnya mulai menurun. Petani membutuhkan informasi mengenai pengelolaan tanaman dan peremajaan agar dapat menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi kebunnya.
“Edukasi harus disampaikan secara berkelanjutan dan sesuai dengan persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Dengan begitu, pengetahuan yang diberikan tidak berhenti sebagai informasi, tetapi bisa diterapkan dalam pengelolaan kebun,” jelasnya.
Melalui penguatan edukasi dan pendampingan, BRIDA Kutim menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan perkebunan sawit.
“Pengelolaan yang lebih terarah diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas dan mengurangi risiko kerugian dalam jangka panjang,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)








Users Today : 667
Users Yesterday : 1327
Views Today : 835
Total views : 665829
Who's Online : 8
