Eksistensi.id, KUTIM – Kesadaran masyarakat mengenali gejala penyakit dan menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah dampak demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Dinas Kesehatan Kutim mengingatkan warga agar tidak menunda pemeriksaan medis ketika mengalami demam, terlebih jika kondisi tubuh terus memburuk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarno, mengatakan petugas telah bergerak melakukan pemantauan untuk mengantisipasi risiko DBD, terutama saat memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.
“Kalau sudah musim pancaroba ini teman-teman sudah gerak cepat,” kata Sumarno, Sabtu (17/10/26).
Meski pemantauan dilakukan petugas, pencegahan DBD tidak dapat hanya mengandalkan kegiatan di lapangan. Masyarakat perlu ikut memastikan lingkungan rumah tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang menularkan virus dengue.
Upaya tersebut dapat dimulai dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air. Warga juga perlu memeriksa sudut halaman, wadah tanaman, dan barang-barang yang dapat menampung air hujan.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan keluarga juga tidak boleh diabaikan. Sumarno mengingatkan masyarakat agar membawa anggota keluarga yang mengalami demam atau sakit ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Harapannya masyarakat itu sudah mengerti bahwa kalau ini anak panas atau sakit itu sebenarnya harusnya bawa ke dokter,” ujarnya.
Demam tidak selalu berarti seseorang terkena DBD. Namun, jika disertai muntah berulang, nyeri perut hebat, perdarahan, lemas berat, atau penurunan kesadaran, pasien perlu segera mendapatkan pertolongan medis.
Dinkes Kutim mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus tanggap terhadap gejala penyakit.
“Peran aktif warga di rumah diharapkan dapat memperkuat upaya petugas dalam mengendalikan risiko DBD di daerah tersebut,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)









Users Today : 668
Users Yesterday : 1327
Views Today : 840
Total views : 665834
Who's Online : 8
