Eksistensi.Id, KUTIM – Perencanaan pembangunan daerah membutuhkan data dan kajian yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Karena itu, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong hasil riset dan kajian menjadi bagian dari dasar penyusunan kebijakan daerah.
Sekretaris BRIDA Kutim, M. Apandi, mengatakan riset dan kajian merupakan salah satu fungsi yang dijalankan lembaganya untuk mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah.
“Peningkatan Indeks Inovasi Daerah itulah yang menjadi target utama BRIDA. Turunannya bisa berupa inovasi maupun hasil riset,” kata Apandi, Rabu (23/9/26).
Menurutnya, BRIDA memiliki peran pada tahap awal sebelum sebuah program atau rencana pembangunan disusun. Kajian dilakukan untuk memberikan gambaran dan masukan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
“Kami itu hulunya dari riset. Kamilah yang meriset dulu, baru kemudian menjadi dasar perencanaan,” ujarnya.
Apandi menyebut kegiatan riset dan kajian tersebut dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun. Hasil penelitian tidak hanya diarahkan menjadi dokumen, tetapi juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan dalam penyusunan rencana dan kebijakan pemerintah daerah.
“Dengan pola tersebut, hasil riset yang dilakukan BRIDA diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terukur dalam mendukung proses perencanaan pembangunan di Kutim,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)








Users Today : 401
Users Yesterday : 326
Views Today : 574
Total views : 626690
Who's Online : 2
