Eksistensi.Id, Samarinda – Peran relawan dalam membantu penanganan kebakaran dan banjir di Kota Samarinda mendapat perhatian dari DPRD Kalimantan Timur. Di tengah tingginya intensitas kejadian bencana, para relawan dinilai masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana yang menunjang tugas kemanusiaan mereka.
Hal tersebut menjadi salah satu aspirasi yang mengemuka saat Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menggelar kegiatan reses bersama sejumlah komunitas relawan di Samarinda, Sabtu (6/6/2026) malam.
Dalam dialog tersebut, para relawan menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak, mulai dari alat pemadam api ringan (APAR) hingga perlengkapan operasional lainnya yang dibutuhkan saat melakukan evakuasi maupun penanganan kejadian darurat.
Fuad mengatakan, selama ini relawan telah menunjukkan komitmen tinggi dalam membantu masyarakat, meskipun banyak di antara mereka harus bekerja dengan dukungan peralatan yang terbatas.
“Semangat mereka luar biasa. Namun di lapangan masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi, terutama terkait sarana pendukung untuk menunjang tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Fuad, keberadaan relawan telah menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana di Samarinda. Mereka kerap hadir lebih awal di lokasi kejadian untuk membantu proses penyelamatan sebelum bantuan resmi datang.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan tersebut, Fuad menyerahkan bantuan 30 unit APAR kepada sejumlah kelompok relawan. Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Samarinda dalam memperluas ketersediaan alat pemadam kebakaran di lingkungan permukiman.
Ia menjelaskan, APAR merupakan salah satu perlengkapan yang paling banyak dibutuhkan karena dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan kebakaran pada tahap awal sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
“Kalau kebakaran bisa ditangani sejak dini, tentu risiko kerugian dan dampaknya bisa ditekan. Karena itu keberadaan APAR sangat penting di lingkungan masyarakat,” katanya.
Fuad menilai sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kebutuhan para relawan. Pasalnya, selama ini mereka turut mengambil peran besar dalam membantu tugas-tugas pemerintah di bidang kemanusiaan dan kebencanaan.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan para relawan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat saat terjadi musibah.
“Mereka tidak pernah berbicara soal keuntungan. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana bisa membantu warga dengan lebih cepat dan lebih aman ketika terjadi bencana,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong yang terus terjaga di kalangan relawan Samarinda. Berbagai komunitas dinilai mampu membangun koordinasi yang baik, termasuk melalui jaringan komunikasi bersama yang memudahkan mobilisasi bantuan saat terjadi keadaan darurat.
“Bekerja sebagai relawan membutuhkan kepedulian yang tinggi. Mereka hadir karena rasa kemanusiaan dan keinginan untuk menolong sesama. Itu menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi daerah,” tuturnya.
Dengan kondisi geografis Samarinda yang masih rentan terhadap bencana banjir maupun kebakaran, keberadaan relawan dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat respons di lapangan. Karena itu, dukungan peralatan dan fasilitas yang memadai dianggap perlu agar mereka dapat menjalankan tugas kemanusiaan secara optimal dan aman.





Users Today : 363
Users Yesterday : 307
Views Today : 588
Total views : 543837
Who's Online : 1
