Eksistensi.id, KUTIM – Informasi dari puskesmas menjadi salah satu dasar Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) dalam membaca perkembangan penyakit di masyarakat. Melalui pemantauan dan pelaporan rutin, perubahan jumlah kasus dapat diketahui lebih awal sehingga petugas memiliki bahan untuk menentukan langkah penanganan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan puskesmas berperan sebagai penghubung penting dalam penyampaian informasi kesehatan dari wilayah kerja masing-masing. Data tersebut membantu dinas mengidentifikasi perubahan yang perlu ditindaklanjuti.
“Jadi ketahuan tuh kalau kira-kira peningkatannya ini apa, dari laporan puskemas wilayah kerja masing-masing” ujar Sumarno, Kamis (22/10/26).
Pemantauan dilakukan melalui sistem kewaspadaan dini, pelaporan penyakit, serta aplikasi yang mendukung pencatatan program kesehatan. Informasi yang terkumpul dapat digunakan untuk melihat perkembangan sejumlah penyakit, di antaranya tuberkulosis (TBC), HIV, dan malaria.
Menurut Sumarno, puskesmas juga menjadi pelaksana berbagai program yang dikoordinasikan oleh dinas kesehatan. Kedekatannya dengan masyarakat membuat fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengawasan kondisi kesehatan di lapangan.
“Semua program-program yang ada di dinas itu ada di Puskesmas,” katanya.
Data yang dihimpun tidak hanya berfungsi sebagai catatan jumlah kasus, tetapi juga membantu petugas menentukan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut dan respons yang sesuai. Karena itu, ketepatan serta kelengkapan laporan menjadi bagian penting dalam proses pemantauan.
Apabila informasi yang diterima tidak lengkap atau terlambat, perubahan kondisi kesehatan masyarakat berpotensi lebih sulit terbaca.
“Karena itu, koordinasi antara Dinkes Kutim dan puskesmas diperlukan agar data dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan,” tegasnya.
Melalui pemantauan berkelanjutan, Dinkes Kutim berupaya memperkuat deteksi dini terhadap perkembangan penyakit.
“Informasi dari fasilitas kesehatan diharapkan mendukung pengambilan keputusan yang lebih sesuai dengan kondisi di setiap wilayah,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)





Users Today : 217
Users Yesterday : 595
Views Today : 430
Total views : 654962
Who's Online : 12
