Eksistensi.id, Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, menyebut proyek terowongan pertama di Kota Samarinda kini memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu penyelesaian aspek perizinan sebelum resmi dibuka untuk masyarakat.
Menurutnya, dari sisi konstruksi, pekerjaan utama sudah mendekati selesai sehingga perhatian saat ini beralih pada pemenuhan dokumen administrasi dan persyaratan operasional.
Romadhony mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu infrastruktur yang paling ditunggu karena diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mengurai mobilitas di kawasan pusat kota.
Namun, ia menegaskan keberhasilan proyek tidak boleh hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik.
“Secara pembangunan fisik, proyek terowongan sudah mendekati tuntas. Saat ini yang masih berproses adalah kelengkapan perizinannya sebelum bisa dibuka untuk umum,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, proyek berskala besar yang menggunakan anggaran besar harus mampu menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Infrastruktur, kata dia, perlu menjadi instrumen pelayanan publik dan penggerak ekonomi, bukan sekadar menjadi penanda pembangunan kota.
Romadhony menilai keberadaan terowongan nantinya diharapkan mampu mempercepat pergerakan kendaraan, membuka akses yang lebih efisien antar kawasan, serta memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi di titik-titik yang terhubung.
“Kami berharap keberadaan proyek ini tidak hanya menjadi ikon kota. Yang lebih penting, infrastruktur tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan DPRD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan proyek melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dari hasil komunikasi tersebut, kendala utama saat ini berada pada penyelesaian proses perizinan agar operasional dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Romadhony menyebut pemerintah kota saat ini masih berupaya memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif agar tidak muncul persoalan ketika fasilitas mulai digunakan publik.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR. Informasi yang kami terima, proses perizinan masih berjalan dan pemerintah kota terus mengupayakan penyelesaiannya,” jelasnya.
Meski demikian, DPRD tetap berharap tahapan administrasi dapat segera dituntaskan sehingga masyarakat tidak terlalu lama menunggu pemanfaatan proyek yang selama ini menjadi perhatian publik.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Romadhony memperkirakan terowongan berpeluang mulai difungsikan dalam waktu dekat.
“Kalau semua proses berjalan sesuai target, kami berharap dalam waktu dekat, sekitar satu sampai dua bulan ke depan, terowongan sudah bisa digunakan masyarakat,” tutupnya. (adv/Fara)









Users Today : 91
Users Yesterday : 324
Views Today : 205
Total views : 557771
Who's Online : 3
