Eksistensi.Id, KUTIM – Kondisi kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menentukan pelaksanaan Kutim Expo 2026 dan Pesta Adat Erau. Kedua agenda dalam rangkaian HUT ke-27 Kutim tetap disiapkan, namun pelaksanaannya akan menyesuaikan hasil pemantauan serta analisis kesehatan.
Langkah tersebut disiapkan menyusul kondisi udara Kutim yang masih terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mengingat kedua kegiatan berpotensi menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar, aspek perlindungan kesehatan menjadi bagian dari persiapan penyelenggara.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Trisno, menyampaikan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi apabila kualitas udara belum membaik ketika agenda berlangsung.
Dukungan kesehatan di lokasi kegiatan akan diperkuat. Persiapan tersebut antara lain berupa ketersediaan perlengkapan kesehatan, kemungkinan pembagian masker, hingga penambahan tenaga medis untuk memberikan penanganan apabila dibutuhkan.
“Antisipasinya kita perkuat untuk pengamanan alat kesehatan, mungkin penyediaan masker dan segala macam, penguatan tenaga medis dan lain sebagainya,” ujar Trisno usai mengikuti rapat persiapan HUT ke-27 Kutim di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, keputusan mengenai kelanjutan kegiatan tidak semata-mata berdasarkan ada atau tidaknya gangguan kualitas udara. Tingkat keparahan kondisi tersebut akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah pemerintah.
Apabila kualitas udara masih berada dalam kondisi yang memungkinkan, agenda tetap dilaksanakan dengan memperketat mitigasi kesehatan. Namun, kondisi ekstrem dapat membuat pemerintah mengambil langkah berbeda, termasuk menunda hingga membatalkan kegiatan.
“Kalau memang tidak ekstrem, kita tetap laksanakan. Kalau ekstrem bisa saja ditunda atau dibatalkan,” katanya.
Kondisi udara sebelumnya juga mendorong Pemkab Kutim menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara total mulai Senin (5/10/2026). Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kualitas udara terus menjadi perhatian pemerintah dalam menentukan aktivitas masyarakat.
Trisno menegaskan, analisis Dinas Kesehatan akan menjadi salah satu dasar dalam mengambil keputusan akhir. Selama kondisi belum masuk kategori ekstrem dan masih dinilai aman, rangkaian HUT ke-27 Kutim tetap berjalan dengan perlindungan kesehatan yang diperkuat.
“Tetapi sepanjang itu tidak ekstrem, menurut analisis Dinas Kesehatan masih memungkinkan, kita tetap laksanakan tetapi dengan penguatan mitigasi kesehatan,” pungkasnya. (adv/Kutim/Nurfa)









Users Today : 373
Users Yesterday : 422
Views Today : 772
Total views : 637144
Who's Online : 2
