Eksistensi.id, Samarinda – Gangguan pasokan listrik yang memicu pemadaman bergilir di Samarinda diminta tidak kembali terulang. Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong PT PLN (Persero) memperkuat langkah antisipasi, terutama dalam mengatasi persoalan distribusi bahan bakar batu bara yang memengaruhi pasokan listrik ke daerah.
Menurut Helmi, gangguan listrik tidak cukup hanya disikapi melalui evaluasi pemberian kompensasi kepada pelanggan. Kepastian pasokan harus menjadi perhatian utama karena pemadaman berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita sebenarnya berharap PLN mengantisipasi dengan adanya kejadian-kejadian ini menjadi pengalaman untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” ujarnya.
Helmi menyebut DPRD Samarinda sebelumnya telah memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan mengenai penyebab gangguan pasokan. Dari penjelasan yang diterima, salah satu kendala berkaitan dengan regulasi distribusi bahan bakar batu bara untuk pembangkit listrik.
Meski Kalimantan Timur merupakan daerah penghasil batu bara, material tersebut tidak bisa langsung dikirim ke pembangkit. Batu bara harus terlebih dahulu masuk ke stok logistik pusat sebelum didistribusikan ke masing-masing daerah.
Politikus Partai Gerindra itu berharap persoalan rantai pasok tersebut dapat segera diatasi sehingga tidak kembali mengganggu pelayanan listrik di Samarinda.
Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, Helmi mengapresiasi langkah PLN yang mengevaluasi kemungkinan pemberian penggantian sesuai ketentuan. Namun, ia menilai kompensasi tidak sebanding dengan kerugian yang dialami masyarakat.
“Kalau bicara pantas atau tidak, saya kira tidak pantas. Karena masyarakat itu menginginkan dengan adanya listrik semua aktivitas bisa berjalan, apalagi yang punya UMKM,” tutupnya.(adv/DPRD/Nurfa)









Users Today : 1325
Users Yesterday : 2639
Views Today : 1435
Total views : 683716
Who's Online : 14
