Eksistensi.id, Samarinda – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, meminta pengawasan distribusi BBM subsidi jenis Pertalite di Samarinda diperketat menyusul masih panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Ia juga mendorong adanya penambahan kuota agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Aris menilai distribusi BBM subsidi harus dipastikan tepat sasaran. Menurutnya, antrean panjang yang terjadi belakangan ini menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan pembelian BBM subsidi untuk kemudian dijual kembali secara eceran.
“Pertalite di SPBU seharusnya benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi,” ujarnya, Kamis (30/7/26).
Ia menjelaskan, penjualan BBM eceran di luar jalur resmi pada dasarnya tidak diperbolehkan karena telah diatur dalam ketentuan yang berlaku, termasuk aturan mengenai ketenteraman dan ketertiban umum di Kota Samarinda.
Meski demikian, Aris menduga pendekatan yang dilakukan aparat saat ini masih mengedepankan sosialisasi sebelum melakukan tindakan penertiban.
Di sisi lain, ia mengakui keberadaan penjual BBM eceran masih dimanfaatkan sebagian masyarakat, terutama ketika SPBU telah tutup, stok habis, atau lokasi pengisian bahan bakar berada cukup jauh. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan aspek keselamatan maupun ketentuan hukum yang berlaku.
Karena itu, Aris mengimbau masyarakat tetap membeli BBM melalui jalur resmi demi menjamin keamanan dan kualitas layanan.
Ia juga meminta Pertamina mengevaluasi ketersediaan kuota Pertalite di Samarinda agar antrean panjang yang kerap terjadi dapat diminimalkan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.(adv)









Users Today : 185
Users Yesterday : 43
Views Today : 252
Total views : 593113
Who's Online : 1
