Eksistensi.id, Samarinda – Penggunaan kendaraan listrik mulai didorong sebagai salah satu pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan di Kota Samarinda.
DPRD Samarinda mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mulai mempertimbangkan motor listrik untuk aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari upaya mengurangi pencemaran udara.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda M Adriansyah mengatakan, persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan sampah dan kebersihan. Aktivitas transportasi yang menghasilkan emisi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas udara perkotaan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya soal kebersihan rumah, tetapi juga bagaimana kita menggunakan kendaraan. Motor listrik bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi polusi,” ujar Adriansyah, Rabu, (19/8/26).
Menurutnya, generasi muda memiliki peluang untuk menjadi kelompok yang lebih cepat menerima perubahan teknologi, termasuk dalam penggunaan kendaraan listrik. Apalagi, perkembangan kendaraan listrik saat ini membuat pilihan model dan desain semakin beragam.
“Anak muda sekarang harus mulai melihat kendaraan listrik. Selain tampilannya sudah bagus, penggunaannya juga lebih ramah lingkungan,” katanya.
Meski demikian, penggunaan motor listrik di Samarinda belum menjadi pilihan yang umum. Salah satu pertimbangan masyarakat adalah harga pembelian yang pada sejumlah produk masih relatif lebih tinggi dibandingkan sepeda motor berbahan bakar minyak.
Adriansyah menilai persoalan harga perlu dilihat secara menyeluruh.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu menghitung biaya ketika membeli kendaraan, tetapi juga mempertimbangkan pengeluaran selama kendaraan digunakan.
“Kalau kita melihatnya untuk jangka panjang, jangan hanya melihat harga belinya. Penggunaan energi dan biaya operasional juga harus dihitung,” jelasnya.
Ia menilai kendaraan listrik memiliki potensi memberikan efisiensi dalam penggunaan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Namun, perubahan pilihan transportasi tersebut menurutnya tetap membutuhkan proses dan kesadaran dari masyarakat.
Karena itu, DPRD Samarinda mendorong agar edukasi mengenai kendaraan ramah lingkungan terus diperkuat.
Masyarakat diharapkan tidak hanya melihat kendaraan listrik dari sisi teknologi dan tren, tetapi juga mempertimbangkan manfaatnya terhadap lingkungan.
“Semakin banyak masyarakat menggunakan kendaraan ramah lingkungan, semakin besar pula kontribusinya dalam menciptakan kualitas lingkungan perkotaan yang lebih baik,” pungkasnya.(adv)









Users Today : 50
Users Yesterday : 140
Views Today : 156
Total views : 603591
Who's Online : 1
