Eksistensi.id Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Ia secara khusus meminta warga tidak membakar sampah sembarangan karena api yang tidak terkendali dapat merambat ke lahan kering hingga kawasan permukiman.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 75 rumah terbakar di wilayah Tenggarong. Sementara itu, kebakaran di Muara Badak, yang merupakan kampung halamannya, dilaporkan berdampak pada sekitar sembilan rumah.
“Di Kukar kemarin ada 75 rumah yang terbakar. Kebetulan di kampung saya, di Muara Badak, juga ada terbakar sekitar sembilan rumah. InsyaAllah mungkin besok saya mau tengok ke sana,” kata Helmi, Senin (12/10/2026).
Menurut Helmi, kondisi cuaca kering selama musim kemarau membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Kebiasaan membakar sampah di area terbuka, apabila tidak diawasi dengan baik, dapat memicu kebakaran yang meluas dan mengancam keselamatan warga.
Ia meminta masyarakat, khususnya di Samarinda, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak menggunakan pembakaran sebagai cara untuk membuang sampah. Warga juga diharapkan lebih memperhatikan kondisi sekitar agar tidak terjadi kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.
“Imbauan kita kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Samarinda, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan jangan membakar sampah sembarangan,” ujarnya.
Helmi menambahkan, kebakaran bukan hanya mengakibatkan kerusakan rumah maupun lahan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan. Jika api merambat ke kawasan padat penduduk, risiko terhadap keselamatan jiwa dan harta benda pun semakin besar.
Karena itu, ia menilai pencegahan perlu menjadi perhatian bersama. Kesadaran masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berisiko memicu api menjadi langkah penting, terutama ketika kondisi lingkungan cenderung kering.
Helmi juga menyampaikan rencananya untuk mengunjungi warga yang terdampak kebakaran di Muara Badak guna melihat kondisi mereka secara langsung. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai situasi warga setelah musibah terjadi.
Ia berharap peristiwa kebakaran di sejumlah wilayah Kukar menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak meremehkan potensi bahaya api. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan, risiko kebakaran di kawasan permukiman diharapkan dapat diminimalkan.
Penulis : REZKY
Editor : redaksi







Users Today : 319
Users Yesterday : 376
Views Today : 575
Total views : 643377
Who's Online : 2
