Eksistensi.Id, SANGATTA – Layanan rujukan di Rumah Sakit Muara Wahau dan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai diperkuat melalui penambahan dokter spesialis. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit di wilayah pedalaman dalam menangani pasien yang membutuhkan layanan medis lanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pemenuhan dokter spesialis menjadi salah satu perhatian karena sebelumnya kedua rumah sakit masih menghadapi keterbatasan tenaga medis spesialis.
Menurutnya, penguatan layanan dilakukan melalui program penugasan khusus dokter spesialis yang dijalankan Dinkes Kutim bersama Kementerian Kesehatan pada 2026.
“Pada 2026 ini, alhamdulillah kami melakukan terobosan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan berupa penugasan khusus dokter spesialis,” kata Yuwana, Rabu (16/9/26).
Program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan layanan spesialis dasar di rumah sakit yang sebelumnya masih kekurangan tenaga. Pembiayaannya dilakukan melalui skema cost sharing antara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Dinkes Kutai Timur.
Yuwana menyebut penguatan layanan rujukan di Rumah Sakit Muara Wahau mulai berjalan sejak 1 April 2026. Dengan adanya dokter spesialis, pasien yang sebelumnya harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit lain kini dapat memperoleh pelayanan di wilayah tersebut.
Khusus di Muara Wahau, saat ini telah tersedia tujuh dokter spesialis. Kehadiran tenaga medis tersebut juga disebut berdampak pada meningkatnya kunjungan pasien ke rumah sakit.
“Dengan adanya dokter spesialis, pelayanan rujukan di daerah juga bisa semakin diperkuat, sehingga pasien tidak harus selalu pergi jauh untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan,” ujar Yuwana.
Penguatan tenaga spesialis, lanjutnya, juga dibarengi koordinasi dengan BPJS Kesehatan. Hal itu dilakukan agar layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Ini juga kita koordinasikan dengan BPJS Kesehatan, supaya masyarakat yang menjadi peserta JKN bisa memanfaatkan layanan yang sudah tersedia di rumah sakit,” katanya.
Dengan penambahan tenaga tersebut, Dinkes Kutim terus mendorong peningkatan kemampuan rumah sakit di wilayah pedalaman dalam memberikan layanan rujukan.
“Upaya ini sekaligus diharapkan dapat membuat pasien memperoleh pelayanan medis lebih dekat dengan tempat tinggalnya,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)










Users Today : 124
Users Yesterday : 161
Views Today : 226
Total views : 624659
Who's Online : 3
