Eksistensi.id, Samarinda – Perkembangan positif yang mulai terlihat dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Samarinda dinilai tidak terlepas dari peran tenaga pendidik yang mendampingi siswa selama proses pembelajaran.
DPRD Samarinda menilai keberhasilan program tersebut dibangun bukan hanya melalui kurikulum dan fasilitas, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan sistem rekrutmen guru yang diterapkan dalam Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu aspek yang mendukung hasil pembelajaran selama tahun pertama pelaksanaan.
Menurutnya, proses pemilihan tenaga pengajar dilakukan secara nasional oleh pemerintah pusat sehingga tidak terbatas pada guru yang berasal dari daerah setempat.
“Seleksi gurunya dilakukan secara nasional, jadi tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Novan, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan sebagian besar tenaga pendidik yang terlibat merupakan lulusan baru dengan rentang usia yang relatif muda. Meski demikian, kondisi tersebut justru dinilai memberi warna baru dalam proses pembelajaran karena para guru memiliki kemampuan beradaptasi dan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter peserta didik.
Novan menilai usia bukan menjadi penentu utama kualitas pembinaan. Yang lebih menentukan adalah kemampuan pengajar dalam membangun kedisiplinan, komunikasi, dan mendorong perkembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Menurutnya, pola pendampingan yang diterapkan selama satu tahun terakhir mulai menunjukkan hasil yang cukup nyata.
Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar, bertambahnya rasa percaya diri, hingga perkembangan kemampuan akademik dan perilaku sehari-hari.
“Perkembangannya sudah cukup terlihat dalam waktu satu tahun. Ini menunjukkan program ini berjalan sesuai tujuan yang diharapkan,” katanya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi lebih berarti karena mayoritas peserta didik berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas atau kelompok desil 1 dan desil 2.
Bagi DPRD, hasil tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi anak untuk berkembang apabila mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung serta pendampingan yang tepat.
Ke depan, Novan berharap kualitas tenaga pendidik dan pola pembinaan dalam Program Sekolah Rakyat dapat terus dipertahankan dan diperkuat agar manfaat program semakin luas dirasakan masyarakat.
Menurutnya, investasi pada kualitas guru menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran di Samarinda.(adv/Fara)









Users Today : 92
Users Yesterday : 324
Views Today : 208
Total views : 557774
Who's Online : 1
