Eksistensi.id, Samarinda – Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda mulai memasuki fase penguatan setelah berjalan selama satu tahun.
DPRD menilai program tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan, sementara pemerintah daerah terus menuntaskan pembangunan fasilitas permanen di Kecamatan Palaran yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan belajar mulai tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini proses pembelajaran masih berlangsung di beberapa lokasi berbeda, di antaranya Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, serta fasilitas pembelajaran di kawasan sekitar SMAN 16 Samarinda, Jalan Perjuangan.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan pola pembelajaran yang tersebar tersebut bersifat sementara sampai fasilitas utama di Palaran siap digunakan secara penuh.
Menurutnya, kehadiran kompleks pendidikan permanen nantinya diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih terintegrasi sekaligus memperkuat pembinaan peserta didik.
“Dari laporan yang kami terima, penerimaan siswa baru nantinya akan dipusatkan di sekolah permanen di Palaran dengan jumlah sekitar 280 siswa. Saat ini pembangunan sarana dan prasarananya hampir selesai,” ujar Helmi, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, penyatuan seluruh aktivitas pendidikan dalam satu kawasan dinilai penting agar pengelolaan pembelajaran menjadi lebih efektif dan siswa memperoleh lingkungan belajar yang lebih terarah.
Di sisi lain, DPRD melihat capaian yang ditunjukkan peserta didik selama tahun pertama pelaksanaan menjadi indikator bahwa program tersebut mulai memberikan hasil yang nyata.
Helmi menilai perkembangan siswa tidak hanya terlihat dari kemampuan belajar, tetapi juga dari perubahan sikap, keberanian menampilkan potensi, serta meningkatnya rasa percaya diri selama mengikuti pendidikan.
“Baru satu tahun berjalan, tetapi anak-anak sudah mampu menunjukkan kemampuan dan keahliannya masing-masing. Ini menjadi modal penting untuk perkembangan mereka ke depan,” katanya.
Menurutnya, capaian tersebut memperlihatkan bahwa ketika akses pendidikan diperluas dan didukung sistem pembinaan yang tepat, anak-anak dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Ke depan, keberadaan fasilitas permanen di Palaran diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan yang mampu memberikan lingkungan belajar lebih stabil dan berkelanjutan.
DPRD berharap penguatan sarana, kualitas pembinaan, dan kesinambungan program dapat terus dijaga agar manfaat Program Sekolah Rakyat semakin luas dirasakan masyarakat Samarinda.(Adv/Fara)









Users Today : 131
Users Yesterday : 324
Views Today : 394
Total views : 557960
Who's Online : 1
